Senin, 26 Maret 2012

Busana Tradisi Jawa



Beskap
Beskap adalah sejenis kemeja pria resmi dalam tradisi Jawa Mataraman untuk dikenakan pada acara-acara resmi atau penting. Busana atasan ini diperkenalkan pada akhir abad ke-18 oleh kalangan kerajaan-kerajaan di wilayah Vorstenlanden namun kemudian menyebar ke berbagai wilayah pengaruh budayanya.
Beskap berbentuk kemeja tebal, tidak berkerah lipat, biasanya berwarna gelap, namun hampir selalu polos. Bagian depan berbentuk tidak simetris, dengan pola kancing menyamping (tidak tegak lurus). Tergantung jenisnya, terdapat perbedaan potongan pada bagian belakang, untuk mengantisipasi keberadaan keris. Beskap selalu dikombinasi dengan jarik (kain panjang yang dibebatkan untuk menutup kaki.



Jenis beskap
Beskap memiliki beberapa variasi yang berbeda potongannya. Berikut adalah jenis-jenis beskap:
* beskap gaya Solo
* beskap gaya Yogya
* beskap landung
* beskap gaya kulon


Blangkon adalah tutup kepala yang dibuat dari batik dan digunakan oleh kaum pria sebagai bagian dari pakaian tradisional Jawa. Untuk beberapa tipe blangkon ada yang menggunakan tonjolan pada bagian belakang blangkon. Tonjolan ini menandakan model rambut pria masa itu yang sering mengikat rambut panjang mereka di bagian belakang kepala, sehingga bagian tersebut tersembul di bagian belakang blangkon.
Blangkon sebenarnya bentuk praktis dari iket yang merupakan tutup kepala yang dibuat dari batik dan digunakan oleh kaum pria sebagai bagian dari pakaian tradisional Jawa. Untuk beberapa tipe blangkon ada yang menggunakan tonjolan pada bagian belakang blangkon yang disebut mondholan. Mondholan ini menandakan model rambut pria masa itu yang sering mengikat rambut panjang mereka di bagian belakang kepala, sehingga bagian tersebut tersembul di bagian belakang blangkon. Lilitan rambut itu harus kencang supaya tidak mudah lepas.

Sekarang lilitan rambut panjang yang menjadi mondholan sudah dimodifikasi karena orang sekarang kebanyakan berambut pendek dengan membuat mondholan yang dijahit langsung pada bagian belakang blangkon. Ada 2 jenis blangkon yaitu gaya Surakarta (Sala) dan gaya Yogyakarta. Blangkon gaya Surakarta mondholannya trepes atau gepeng sedang mondholan gaya Yogyakarta berbentuk bulat seperti onde-onde.

Pembelajaran Aktif Kreatif Menyenangkan

Membangun Menara Korek Api
Agar lebih faham makna kerja keras, ulet, tekun dan teliti




Senam Jari saat galau menyergap

Matematika itu Asyik

Matematika itu asyik. Judul di atas tentu sangat aneh untuk sebagian besar pelajar. Yang ada di benak kalian sebagai pelajar, matematika jauh dari kesan menyenangkan. Matematika merupakan pelajaran yang rumit dan susah untuk dimengerti. Akibatnya kalian banyak yang tidak suka dengan matematika. Oleh karena tidak suka, maka berdampak pada perolehan nilai matematika yang selalu rendah. Kalian jadi sulit memahami karena tidak suka dengan matematika. Apa benar matematika itu sulit dan tidak mengasyikkan?
Matematika bukanlah pelajaran yang harus ditakuti. Apabila tidak mengenal matematika memang akan menimbulkan ketakutan dalam diri kalian. Akibat salah pemahaman tentang matematika maka saat ini sebagian besar kalian merasakan takut dengan pelajaran matematika. Seharusnya hal ini tidak boleh terjadi. Maka kalian harus lebih memahami apa sebenarnya matematika itu. Kalian juga harus tahu apa manfaat matematika untuk masa depan kalian.
Sebenarnya matematika sudah kamu kenal sejak masih kanak-kanak. Jadi matematika bukan hal yang asing lagi. Tetapi pada kenyataannya, sebagian besar dari kalian mengatakan Matematika adalah mata pelajaran sulit. Akibatnya setiap kali ada jam pelajaran Matematika sebagian besar dari kalian sudah takut dahulu. Sehingga sulit bagi kalian untuk berkonsentrasi menguasai materi Matematika pada saat kegiatan belajar berlangsung. Sebagian dari kalian merasa ketakutan untuk bertanya pada guru ketika tidak mengerti dengan materi matematika. Sebagian dari kalian hanya belajar bila ada pekerjaan rumah (PR) atau ulangan, bahkan seringkali beberapa siswa mengerjakan PR di sekolah dengan mencontoh pada temannya.
Dari Taman Kanak-Kanak hingga sekarang, kamu masih mempelajari matematika. Bahkan sejak masih balita atau kanak-kanak, matematika sudah diperkenalkan oleh orangtuamu. Pelajaran matematika bukan hal asing bagi kalian. Bahkan matematika diajarkan dengan lagu dan sambil bermain. Apakah kamu masih hafal lagu Balonku Ada Lima?, dalam lagu tersebut bukankah diperkenalkan operasi hitung pengurangan? Balon yang asalnya ada lima pecah satu sehingga tinggal empat. Artinya ada cerita operasi hitung pengurangan 5 – 1 = 4 dalam lagu tersebut. Mengenal berhitung berarti mengenal matematika. Berhitung diperkenalkan dengan lagu dan sambil bermain. Sungguh mengasyikkan, ternyata untuk belajar matematika tidak perlu dengan ketegangan dan cara yang membosankan.
Matematika selalu ada dalam kehidupan manusia. Setiap kegiatan manusia senantiasa meminta matematika untuk terlibat. Sejak bangun tidur kalian sudah memakai matematika. Contoh sederhana begitu bangun tidur di pagi hari, kalian langsung membaca jam. Apa jadinya kalau kalian tidak belajar membaca jam pada pelajaran matematika. Kalian tidak akan mengenal waktu. Berangkat ke sekolah, kalian dibekali uang saku. Kalian mampu mengenal uang juga dari pelajaran matematika. Jadi matematika merupakan ilmu yang sangat penting untuk dikuasai. Matematika selalu terlibat dalam kehidupan kita sebagai manusia.

Ayo Hindari Mencontek

Berbagai upaya dilakukan manusia untuk mencapai tujuan. Segala upaya ditempuh menuju keberhasilan. Upaya tersebut ditempuh dengan cara yang syah maupun tidak syah. Singkat kata ada dengan cara halal ada juga dengan cara haram. Ada dengan cara yang benar, namun ada pula cara yang curang. Cara curang disini hanya menguntungkan diri sendiri dan merugikan orang lain. Curang merupakan karakter negatif yang harus dihindari. Salah satu perilaku curang adalah mencontek.
Kini kejujuran telah menjadi sesuatu yang langka. Banyak orang pintar yang lulus perguruan tinggi, tapi sangat langka orang pintar yang jujur. Di sejumlah kasus permasalahan bangsa seperti korupsi, ternyata pelakunya adalah orang intelektual yang terpandang dari segi kecendekiawanannya. Semaraknya perilaku menyontek telah menyulitkan guru mengukur tingkat keberhasilan pendidikan. Menyontek berakibat sulitnya mengukur kadar kesuksesan proses belajar-mengajar.
Mencontek merupakan sebuah kebiasaan tercela yang harus kita hindari. Mencontek kini telah menjadi kebiasaan di kalangan sebagian pelajar mulai dari SD sampai SMA bahkan para mahasiswa juga tidak mau ketinggalan melakukan kegiatan mencontek. Hal ini sungguh memprihatinkan. Ditengah upaya mengembangkan pendidikan akhlak dan karakter, justru mencontek menjadi kegiatan beberapa oknum pelajar dan mahasiswa.
Ujian, tes atau ulangan merupakan kegiatan akhir dari pembelajaran sebagai evaluasi untuk mengetahui sampai sejauh mana keberhasilan proses belajar mengajar yang telah dilakukan. Dari hasil ujian atau ulangan guru akan mendapat gambaran kemampuan para anak didiknya. Bukan hanya kemampuan anak didik, dari ulangan atau ujian juga akan diperoleh sejauh mana tingkat keberhasilan guru dalam mengajar. Maka guru menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal atau KKM sebagai standar nilai tuntas atau tidak tuntasnya proses belajar mengajar siswa. Bagi siswa yang mendapat nilai di atas KKM, maka akan diberi pengayaan oleh gurunya sedangkan bagi siswa yang memperoleh nilai di bawah KKM akan mendapat remedial. Jadi Ujian atau ulangan bukan hanya penting untuk siswa, juga penting untuk guru, bahkan dijadikan pemetaan bagi sekolah tersebut dan lebih luas lagi pemetaan tingkat kecamatan hingga nasional.
Namun fenomena memperihatinkan yang berkembang saat ini, banyak terjadi kecurangan dalam ulangan atau ujian di sekolah. Ada upaya-upaya curang dari beberapa oknum siswa atau mahasiswa agar memperoleh nilai yang bagus. Upaya itu adalah mencontek. Mencontek merupakan perbuatan untuk mencapai suatu keberhasilan dengan jalan yang tidak sah.
Mencontek memiliki arti yang beraneka macam, akan tetapi biasanya dihubungkan dengan kegiatan belajar mengajar yang terjadi di lingkungan sekolah atau kampus, khususnya bila ada ulangan dan ujian. Dalam pembahasan ini, kita batasi pada kasus mencontek di lingkungan sekolah. Biasanya usaha menyontek dimulai pada waktu ulangan dan ujian akan berakhir, tapi tidak jarang usaha tersebut telah dimulai sejak ujian dimulai. Ada siswa yang mencontek tidak sengaja atau karena kepepet. Namun ada pula siswa yang memang memiliki niat mencontek dan mempersiapkan contekan dengan matang. Contekan dibawa dari rumah, mereka bukannya belajar atau menghafal tetapi membuat contekan dalam kertas kecil.
Mencontek bukanlah salah satu bentuk solidaritas, tapi justru mencontek itu adalah bentuk dari kecurangan. Mencontek adalah suatu perbuatan atau cara-cara yang tidak jujur, curang, dan menghalalkan segala cara untuk mencapai nilai yang terbaik dalam ulangan atau ujian pada setiap mata pelajaran. Banyak hal yang menyebakan seseorang untuk berani mencontek, baik itu dorongan dari diri sendiri maupun orang lain.
Mencontek memberikan dampak yang buruk bagi kalian sebagai siswa. karena dengan mencontek siswa cenderung tidak percaya diri dan hanya mengandalkan orang lain. Selain itu kebiasaan mencontek juga menjadikan seorang siswa itu menjadi pribadi yang tidak jujur.
Mencontek merupakan perbuatan yang tidak bagus, karena siswa tidak mandiri, yang mengakibatkan kebodohan selamanya. Mencontek merupakan siasat untuk kehancuran. Dan mencontek merupakan seseorang tidak bisa menguasai materi pelajaran. Karena seseorang tersebut tidak bertanggung jawab dan selalu menghandalkan temannya, dan kemudian otaknya tidak berkembang selamanya sampai dia belajar untuk meraih cita cita kemudian. Seorang yang menyontek, kurang rasa percaya diri, dan kurang jujur, mengakibatkan kehancuran moral dan etikanya dalam berpikir.
Tidak munafik jika kebiasaan mencontek sulit untuk dihilangkan. Namun kita tidak boleh hanya menyerah dengan kebiasaan buruk ini, tapi kita harus tetap berusaha menjadi manusia yang lebih baik. Jika kita memang benar-benar sulit menghilang kebiasaan ini tapi paling tidak kita dapat meminimalisir kebiasaan mencontek ini. Bukan hal yang mustahil kebiasaan ini untuk dihilangkan, jika tekat dan niat kita sungguh-sungguh maka tidak mungkin jika tidak dapat meninggalkan kebiasaan ini.
Banyak hal yang bisa kita lakukan sebagai seorang guru untuk menghilangkan kebiasaan mencontek ini. Misalnya saja dengan memberikan motivasi pada para peserta didik kita, sehingga mereka dapat menjadi anak yang jujur dan percaya diri sehingga mereka dapat yakin dengan mereka sendiri.Adanya kesepakatan dan kerjasama dari berbagai pihak juga sangat penting, karena jika hanya satu pihak saja yang mendukung tapi pihak lain bertentangan maka tidka akan muncul kesepakatan. Dan tentunya juga harus didukung dengan kejujuran dari semua fihak.
Nilai yg didapat dari hasil bekerja sendiri, walaupun tidak seberapa, tapi jauh lebih berharga ketimbang nilai bagus hasil mencontek. Mempertahankan idealisme dan integritas saat ujian dan ulangan sangat sulit, tetapi jika berhasil dilakukan akan menciptakan orang-orang yang jujur, intelek dan pekerja keras. Nah supaya tidak disebut sebagai generasi pencontek mulai sekarang hindarilah wabah berbahaya ini. Ayo, kita perangi kebiasaan mencontek dan mari tumbuhkan minat untuk belajar lebih giat lagi. Katakan tidak pada mencontek.

Template by:

Free Blog Templates