Sabtu, 30 April 2016

Astaghfirullah! 6 Nama Anak yang Paling Populer Tapi Disukai Jin, No 5 Banyak Di Gunakan

Berdakwah - Dalam program TV Tanyalah Ustaz, di TV9,
Ustaz Sharhan Shafie seorang pengamal perubatan Islam menyatakan nama-nama berikut merupakan antara nama-nama anak Jin dan disukai JIN.


Astaghfirullah! 6 Nama Anak yang Paling Populer Tapi Disukai Jin, No 5 Banyak Di Gunakan

Walaupun sebutan nama-nama ini sedap didengar dan maknanya elok, menurut pengalaman beliau yang banyak mengubat pesakit-pesakit berkaitan sihir dan gangguan makhluk halus, nama-nama ini boleh mendatangkan penyakit misteri kepada seseorang yang menggunakan nya.
Eloklah TIDAK mengambil nama-nama di bawah ini untuk dinamakan pada anak-anak anda semua:
  • 1. Balqis
  • 2.  Qistina/Kistina
  • 3.  Najwa
  • 4.  Zaquan/Zakuan
  • 5.  Batrisya
  • 6.  Erisya
  • Peringatan daripada Ustaz Sharhan Shafie, kepada mereka yang mempunyai nama-nama seperti di atas TIDAK perlu menukar nama, tetapi cukuplah dengan menukar nama panggilan.
    Sebagai contoh, nama NUR NAJWA. Kalau sebelum ini nama panggilan adalah Najwa, elok ditukarkan kepada Nur saja.

    Namun, sesungguhnya segala macam penyakit sama ada sakit biasa atau misteri, semuanya datang dari Allah SWT. Bukan dari nama seseorang, semuanya ketentuan-Nya…
    Cuma apa yang Ustaz Sharhan mahu sampaikan ialah, banyak kes pesakit yang datang untuk mendapatkan rawatan, pesakit itu namanya sama seperti nama-nama anak jin di atas.
    Sebab itulah Ustaz Sharhan menasihatkan, elakkan memberi nama anak seperti nama anak yang selalu ‘dipakai’ jin.

    Walau bagaimanapun, tidaklah salah atau berdosa jika sekiranya Anda Semua menggunakan nama tersebut…
    Wallahu a’lam…

    Wanita yang Pernah Menikah Lebih Dari Sekali, Siapakah Suaminya Di Surga Nanti ?

    DakwahIslam - Muslimah Yang Pernah Menikah Lebih Dari Sekali,
    Siapakah Suaminya Di Surga Kelak?Kadang-kadang ada wanita muslimah yang berpisah dengan suaminya. Baik karena bercerai atau suaminya meninggal dunia. Lalu, muslimah tersebut menikah lagi. Ketika mereka semua masuk surga, siapakah yang akan menjadi suaminya?


    Wanita yang Pernah Menikah Lebih Dari Sekali, Siapakah Suaminya Di Surga Nanti ?

    Imam Al Qurthuni di dalam kitab At Tadzkirah meriwayatkan bahwa Hudzaifah Ibnul Yaman radhiyallahu anhu mengatakan kepada istrinya, “Jika engkau ingin menjadi istriku di surga, janganlah engkau menikah lagi setelah aku. Karena wanita adalah milik suaminya yang terakhir.”

    Muawiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu anhu pernah melamar Ummu Darda. Namun Ummu Darda menolak sembari mengatakan, “Aku pernah mendengar Abu Darda menceritakan sebuah hadits yang menyatakan ‘Sesungguhnya wanita akan menjadi istri dari suami terakhirnya kelak di surga.’”

    “Begitu juga halnya dengan Ummahatul Mu’minin,” kata Abu Muhammad Jamal dalam buku Imra’atus Sami’in bi Aushafil Huril Iin, “kelak di surga akan menjadi istri-istri Rasulullah, meskipun sebelum dinikahi Rasulullah mereka pernah dinikahi orang lain.”

    Namun, ada pula pendapat bahwa muslimah yang pernah menikah beberapa kali, kelak di surga ia akan menjadi istri dari suami yang paling baik akhlaknya.

    Ummu Habibah pernah bertanya pada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, wanita yang pernah mempunyai dua suami di dunia, lalu keduanya meninggal, lantas ketiganya bertemu di surga, untuk siapa istri itu, untuk suami pertama atau kedua?” Rasulullah menjawab, “Untuk suami yang paling baik akhlaknya kepada istrinya. Karena akhlak akan membawa kebaikan dunia dan akhirat.” [Ibnu K/Tarbiyah.net]

    Disarikan dari Imra’atus Sami’in bi Aushafil Huril Iin (Bertemu Bidadari di Surga) karya Abu Muhammad Jamal Ismail (sumber: tarbiyah net via cintaislami)

    Sediakan Tissu untuk Membaca Kisah Suami yg Setia Menemani Istri Sampai Ajal Tiba

    Berdakwah - Sebuah kisah nyata yang sangat mengharukan
    dialami seorang pria yang kehilangan istrinya sebab penyakit kanker. Tetapi, dalam perjalanan jelang ajal sang istri, pria tersebut semakin mengantarkan istrinya.



    Sediakan Tissu untuk Membaca Kisah Suami yg Setia Menemani Istri Sampai Ajal Tiba

    Berikut kisahnya yang diberikan pemakai Facebook bernama Mas Rozi yang sangat mengharukan serta membujat netizen menangis membaca perjalanan cinta pasangan tersebut.


    “Tiba-tiba HP ku berdering, seusai menjawab salam suara diseberang telepon tampak panik “Ayah.. ibu mimisan nich.” Hmm.. kumaklumi kepanikan istipsu saat itu sebab belum sempat dirinya mengalami mimisan semacam ini.

    Terbukti cuaca pada bulan Agustus 2007 siang itu begitu teriknya. Aku pikir ini dampak cuaca yang terik itu. Kemudian aku sarankan dirinya untuk segera ke dokter.

    Kemarin hari kemudian istipsu sakit pilek. Semacam biasanya kalau sakit ia hanya minum obat warung serta jarang sekali mau periksa ke dokter. “ oalah bunda…. ke dokter ajah kok takut,” ledekku, ku sorong pipi kenyalnya dengan ujung jari, ia merajuk bibirnya maju 2 centi, lucu menontonnya semacam itu.

    Dua minggu berselang tapi pileknya belum juga hilang. Malah katanya ada yang terasa menyumbat di saluran hidungnya, rasanya tidak enjoy serta sulit bernafas. “Bun… besok kami ke Rumah Sakit ya! biar ayah ijin masuk siang,” rayuku supaya ia mau ke Rumah sakit.

    Keesokan harinya saya ajak ia ke RS. Bhakti Yudha Depok. Saat itu dokter THT bilang istipsu alergi pada debu serta juga bulu-bulu binatang. Tapi hingga obatnya habis pileknya belum juga ada tanda-tanda kesembuhan.

    Anehnya yang sering keluar lendir hanya hidung sebelah kiri saja. Bahkan istriku mulai susah bernafas melalui hidung, ia hanya bisa bernafas melalui mulut. Dan ketika saya membawanya periksa untuk kedua kalinya dokter menyarankan untuk rontgen. Namun dari hasil rontgen tidak terlihat adanya kelainan apapun di hidung istriku.

    Tanggal 3 Nov 2007
     
    Aku mengajaknya periksa ke RS Proklamasi Jakarta, karena menurut informasi di sini peralatanya lebih lengkap. Ternyata benar, dengan alat penyedot dokter mengeluarkan lendir dari dalam hidung istriku. Senang rasanya melihat ia dapat bernafas dengan lega. “Alhamdulillah…..”

    Beberapa hari kemudian sumbatan itu kembali muncul. “Duh..bunda!” Kontrol kedua ke RS. Proklamasi masih saja dokter belum bisa menyampaikan penyakit apa yang dialami istriku ini.

    Dokter memasukkan kapas basah ke hidung istriku (ternyata itu adalah bius lokal), beberapa saat kemudian sebuah gunting kecil dimasukkan kedalam hidung dan.. “krek” potongan daging kecil diambil. Belakangan baru aku tau tindakan inilah yang dinamakan biopsi. Tak ada yang disampaikan kepada kami. Dokter menyarankan dilakukan CT Scan. Kemudian kami menuju ke RSCM untuk CT Scan.

    Keesokan harinya hasil CT Scan aku bawa kembali ke Dokter RS Proklamasi. Setelah melihat hasil Scan, Dokterpun menyampaikan hasilnya dan juga hasil biopsi dari laboratorium.

    “ini ibu positif,” kata dokter sambil menunjukkan foto CT Scan. Nampak ada sebuah massa diantara belakang hidung dan tenggorokan istriku. Cukup besar seukuran kepalan tangan. Aku masih belum mengerti maksud kata-kata nya dan memang sama sekali tak ada pikiran yang aneh aku coba bertanya, “maksudnya apa dok?”
    “ibu positif kanker!”

    Deg.. seolah detak jantungku berhenti “KANKER…Dok?” Tiba-tiba mataku jadi gelap, sebuah beban berat serasa menindih badanku. Aku diam dan tak bisa berkata apa-apa, lama aku terdiam.
    “Kanker..?” tanyaku, tapi kalimat itu tak mampu terucap hanya bersarang di kepalaku. Sebuah penyakit yang selama ini hanya aku kenal lewat informasi dan berita-berita, kini penyakit itupun menghampiri orang terdekatku orang yang paling aku sayangi. Penyakit yang menakutkan itu menyerang istriku.

    Kutatap wajah cantik istriku yang dibalut jilbab favoritnya, tenang.. teduh… tak ada ekspresi apa-apa aku makin bingung.
    “duhh…bunda apa yang ada dalam fikiranmu bunda…”
    “Sekarang bapak ke RSCM ke bagian Radiologi kita harus bertindak cepat,” tiba-tiba aku tersadar. Segera kuambil surat pengantar dokter dan menuju RSCM.
     
    Sungguh tak pernah terpikirkan sedikitpun sebelumnya, kini kami berada dalam deretan orang-orang penderita kanker di ruang tunggu spesialis Radiologi ini. Aroma kecemasan bahkan keputus asaan tergambar di wajah mereka. Sebenarnya ini juga saya rasakan, tapi saya harus menyembunyikan raut ini di hadapan istriku. Aku harus tetap menyuguhkan energi penyemangat padanya.

    Dihadapan dokter Radiologi aku bertanya, “sebenarnya istriku kena kanker apa dok?”
    “kanker nasofaring.” jawab dokter singkat.
    Ya Allah….kanker apa lagi ini? Istilahnya saja aneh bagiku. Kenapa harus istriku yang mengalaminya?
    “Tapi Insya Allah masih bisa disembuhkan dengan pengobatan sinar radiasi dan kemoterapy,” dokter mencoba menangkap kegalauan diwajahku.
    “Nanti ibu harus menjalani pengobatan radiasi selama 25 kali.”
    Terbayang beratnya derita dan kelelahan yang harus dialami istriku. Belum lagi dengan kombinasi pengobatan kemoterapy yang melemahkan fisik.

    Keluar dari ruang radiologi seolah semuanya jadi gelap, rasanya aku tak kuat menahan segala beban ini. Segera aku sms family dan teman-teman dekatku, aku kabarkan keadaan istriku dan kumintakan do’a dari mereka. Tak terasa bulir-bulir bening air mata bermunculan disudut mataku.
    “Ayah kenapa? nangis yach..?” dengan polos pertanyaan itu keluar dari bibir istriku.
    “iya, ayah sayaaang…. sama bunda,” suaraku gemetar.

    Ku usap lembut kepala istriku. Ku tepis perlahan tangannya yang mencoba mengusap air mataku, ku gengggam kuat jari-jari lemahnya. Hatiku berbisik “kenapa tak ada kesedihan diwajahmu bunda? apakah bunda ga tau penyakit ini begitu berbahaya? Atau Allah telah memberitahukan ini semua kepadamu?”
    Bunda biasa ajah koq..” Jawabanya malah makin membuatku tak bisa bernafas, air mataku akhirnya jatuh juga.
    Kususuri lorong-lorong RSCM dengan langkah lemas tak bertenaga seolah aku melayang, tulang-tulang terasa tak mampu menyangga badanku yang kecil ini.

    Tanggal 5 Desember 2007

    Mulai hari itu istriku harus dirawat inap di RS. Proklamasi. Semua persiapanpun dilakukan mulai dari USG, Bond Scan dll. Hasilnya rahim masih bersih dan tulangpun normal artinya kankernya belum mejalar ke bagian lain, Alhamdulillah…sempat kuucap kata syukur itu.

    Tanggal 8 Desember 2007

    Hari ke empat. Sore itu aku dipanggil ke ruang Dokter Sugiono yang akan melakukan Kemoterapy. Dikatakan bahwa kanker istriku stadium 2A dan Insya Allah masih bisa diobati. Istrikupun siap untuk menjalani pengobatan dengan kemoterapy. Kemudian kami minta ijin ke Dokter untuk diperbolehkan pulang sambil mempersiapkan segala sesuatunya.

    Malam hari ketika kami di rumah, kami minta pendapat dari pihak keluarga tentang pengobatan yang akan kami lakukan. Dengan berbagai pertimbangan dan alasan pihak keluarga menyarankan agar kami tidak menempuh jalan kemo dan radiasi. Kami disarankan untuk menjalani pengobatan dengan cara alternatif dan pengobatan herbal.

    Akhirnya sejak saat itu kami melakukan ikhtiar pegobatan dengan cara alternatif dan minum obat-obat herbal. Karena saat itu istriku sudah susah untuk menelan maka obat herbal yang diberikan tidak berupa kapsul, melainkan berupa rebusan. Setiap hari istriku harus minum ramuan dan rebusan obat-obat herbal yang baunya sangat menyengat. Tapi aku lihat ia dengan telaten dan sabar rutin minum semua obat-obatan itu.

    Semangatnya untuk sembuh begitu besar. Doa pun tiada henti kupanjatkan siang dan malam. Dan malam-malamku selalu ku habiskan dengan tahajud dan hajat.
    Aku mulai rajin mencari semua informasi yang berhubungan dengan kanker nasofaring, mulai dari makanan, cara pengobatan, bahkan alamat klinik pengobatan alternatif. Semua informasi aku cari melalui internet, koran dan dari rekan-rekan kerja.

    Tiga bulan pengobatan, tapi Allah sepertinya belum memberi jalan kesembuhan dengan cara ini, akhirnya obat herbal aku tinggalkan. Bahkan pengobatan alternatif sudah aku tinggalkan sejak 1 bulan pertama karena aku ragu. Beberapa keluarga istri mulai putus asa. Malah ada yang beranggapan penyakit ini adalah kiriman dari orang. Tapi aku bantah semuanya,sempat ada pertentangan di antara kami. Aku yakinkan istriku bahwa ini adalah memang ujian dari Allah.

    “Bun..semuanya atas kehendak Allah, bahkan jauh sebelum kita lahir sudah tertulis takdir ini, usia segini bunda sakit, berobat kesini-sini itu semua sudah ada dalam catatan Allah bun. Yang penting sekarang kita jangan lelah berihtiar dan bunda tetep harus semangat untuk sembuh.” Ia mengangguk perlahan.

    Berat badan istriku mulai turun drastis karena tak ada asupan makanan, sebelum sakit beratnya 53 Kg kini tinggal 36 Kg. Kondisinya makin parah dan puncaknya ketika aku lihat mata kirinya sudah tak focus. Cara ia melihat seperti orang juling. Menurut Dokter herbal yang menangani istriku inilah rangkaian perjalanan kanker tersebut yang lama kelamaan akan menyerang otak. Dokter menganjurkan untuk segera dibawa ke rumah sakit.

    Tanggal 26 Maret 2008

    Akhirnya aku kembali membawanya ke Rumah Sakit. Kali ini aku membawanya ke RS. Husni Thamrin. Istriku ditangani oleh team yang terdiri Dokter THT, Dokter Internis dan Dokter spesialis ahli kemoterapy, Kebetulan Dokter Sugiono ahli kemoterapy yang dulu merawat istriku di RS. Proklamasi juga praktek di sini. Dan kini Dokter sugiyono kembali menangani istriku.

    Sore itu Dokter memanggilku ke ruangannya. Dokter menjelaskan stadium kanker istriku sudah menjadi 4C, dan kankernya sudah mulai menggerogoti tulang tengkorak penyangga otak. Melihat hasil CT Scan nya aku merinding, terlihat jelas tulang-tulang tengkorak itu keropos layaknya daun termakan ulat. Aku ingin menjerit, “Ya Allah… begitu berat cobaan ini Kau timpakan pada kami”
    “Ma’afkan ayah bun, ayah tak mampu menjaga bunda…!”

    Yang lebih mengagetkan ketika dokter mengatakan, “kita hanya bisa memperlambat pertumbuhan kankernya bukan mengobati.” Seolah hitungan mundur kematian itu dimulai. Aku limbung dan hampir taksadarkan diri, sekuat tenaga aku mencoba untuk tetap tegar. Dengan dipapah adik aku keluar dari ruang dokter.

    Segera aku menuju Mushola kuambil air wudhu dan kujalankan sholat. Entah sholat apa yang kujalankan ini.
    “Aku ingin ketenangan aku butuh pertolonganMu ya Robb. Kutumpahkan segala permohonan ini dihadapanMu yaa Allah. Bisa saja dokter memfonis dengan analisanya, tapi Engkaulah yang maha kuasa atas segala sesuatunya. Engkau maha menggenggam semua takdir, sakit ini dariMu ya Allah dan padaMU juga aku mohon obat dan kesembuhannya.”

    Segala ikhtiar dan do’a tiada lelah kulakukan tuk kesembuhan istriku. Malam-malamku kulalui dengan sujud panjang disamping bangsal rumah sakit. Kubenamkan wajahku diatas sajadah lebih dalam lagi, tiba-tiba aku merasa tak mimiliki kekuatan apapun, aku berada dalam kepasrahan dan penghambaan yang lemah.

    “Robb…Engkau maha mengetahui, betapa segala ihtiar telah kami lakukan. Tiada menyerah kami melawan penyakit ini, kini aku serahkan segalanya padaMu, tidak ada kekuatan yang sanggup mengalahkan kekuatannMu yaa…Robb, Tunjukkan pertolonganMu, beri kesembuhan pada istriku Ya..Allah.”

    Saat itu istriku masih bisa bicara meski dengan suara kurang jelas. Karena tenggorokannya pun sudah menyempit tersumbat kanker, ia sangat kesulitan dalam bernafas. Untuk mengantisipasi agar tidak tersumbat saluran nafasnya, dokter menyarankan agar dipasang ventilator dileher istriku. Akupun menyetujuinya meskipun aku tak tega, tapi ini resiko terkecil yang bisa diambil.

    Istriku pasrah, dia minta aku menemaninya ke ruang operasi. Aku sangat mengerti ia sangat takut dengan peralatan medis di ruang operasi. Kemudian aku mendampinginya kedalam ruang operasi untuk pemasangan Ventilator. Aku melihat dengan jelas leher istriku disayat kemudian dimasukkan alat bantu pernafasan itu. “Sebenarnya aku tak tega melihatmu seperti ini bunda, tapi inilah yang terbaik untukmu saat ini.”

    Selesai pemasangan ventilator bicaranya sudah tak bersuara lagi. Sejak saat itu praktis komunikasi kami hanya dengan isyarat atau terkadang istriku menulisnya pada lembar-lembar catatan kecil yang sengaja aku siapkan. Tentu saja hal ini terasa capek baginya. Namun sekali lagi ia terlihat tegar tak pernah aku mendengar ia mengeluh.

    Akhirnya dengan berbagai pertimbangan akupun menyetujui untuk dilakukan kemoterapy terhadap istriku.

    Tanggal 6 April 2008

    Kira-kira jam 12 siang kemo tahap pertama dilakukan. Dengan perasaan tak menentu aku melihat dokter meracik obat dengan perlengkapan pengaman yang lengkap. Karena menurut dokter obat ini memang keras.

    “Ya Allah beri kekuatan pada istriku…!” Beri kesembuhan melalui ihtiar obat ini ya Allah..!”
    Sepanjang proses pengobatan tak hentinya kupanjatkan do’a dan dzikir dibantu dengan beberapa anggota keluarga.

    Menurut Dokter kemo ini dilakukan dalam 3 sampai 5 tahap. Satu tahapan kemo memakan waktu 5 hari kemudian jeda 3 minggu untuk dilanjutkan ke tahap berikutnya.

    Hari kedua setelah kemo kurang lebih jam 9 malam, istriku mulai merasa mual dan muntah. Hari ketiga jam 12 malam mulai keluar mimisan dengan darah hitam mengental. Hari ke empat jam 8 pagi ketika saya memandikan dan membersihkan mulutnya yang terus menerus mengeluarkan lendir, terdapat lendir bercampur darah hitam pekat dan mengental.

    Menurut dokter ini adalah tanda kankernya sudah mulai hancur. Malam harinya istriku tidur sangat nyenyak dan tidak banyak batuk berdahak seperti hari-hari sebelumnya.

    Alhamdulillah kemo tahap pertama selesai. Dokter bilang jika kondisi istriku membaik maka tiga hari lagi boleh pulang. Terlihat wajah cerah istriku ketika mendengar kabar ini. “nanti kalo pulang mau kemana bun.. ke Sawangan apa ke Kebayoran (rumah ibunya)?”

    “ke Sawangan aja rumah kita sendiri,” jawabnya melalui secarik kertas. Namun ternyata dua hari kemudian ia mengalami diare yang hebat ini adalah efek samping dari obat kemo, sehingga kondisinya kembali lemas. Rencana pulangpun harus ditunda menunggu kondisinya membaik. Tetapi makin hari kondisi istriku makin drop. Hingga menjelang kemo tahap kedua malah albumin dalam darahnya menurun.

    Selama dirawat istriku meminta agar saya sendiri yang memandikannya, bahkan aku juga yang membersihkan kotorannya. Semuanya saya kerjakan dengan telaten karena aku merasa sekarang saatnya untuk membalas semua kebaikan yang telah dilakukannya kepadaku selama ini. Ketika istriku sehat dialah yang selalu merawatku, menemaniku dan selalu menyiapkan semua kebutuhanku.
    Selama hampir satu bulan di Rumah Sakit kami merasa menemukan keluarga baru. Keakraban terjalin antara kami dengan team dokter, dengan para suster bahkan juga dengan cleaning service yang tiap hari membersihkan kamar istriku. Saya merasa senang ketika suatu hari istriku dapat tertawa riang bercanda dengan para suster meski tawanya tanpa suara.

    Minggu, 4 Mei 2008

    Kemo tahap ke 2 dilakukan. Sepertinya Allah benar-benar menguji kesabaranku. Ketika hendak dilakukan kemo, tabung infus 1000cc yang digunakan untuk campuran obat kemo ternyata tidak ada. Rumah sakit kehabisan stock, dan ini adalah sebuah kecorobohan yang mestinya tidak terjadi.


    Karena tentunya pihak rumah sakit telah mengetahui jadwal pelaksaan kemo ini. Dokterpun marah. Kemudian Dokter menyarankan saya untuk segera membeli sendiri tabung infus di tempat lain.

    Tujuan saya adalah RSCM sebagai Rumah sakit terdekat, namun jika menuju RSCM menggunakan kendaraan akan memakan waktu lama karena jalannya memutar. Sayapun berlari ditengah terik matahari pukul 12 siang menuju RSCM. Namun disanapun tidak tersedia, kemudian saya berlari lagi menuju RS Sant Carolus, di sinipun nihil.

    Begitu juga ketika saya ke Apotik melawai tak bisa mendapatkannya. Akhirnya saya mendapatkan tabung infus tersebut di Apotik Titimurni RS. Kramat. Akhirnya kemo tahap ke 2 pun dapat dilakukan.

    Senin, 5 Mei 2008

    Hari ini Dinda anak kami yang kecil ulang tahun ke 4. Perhatian dan kecintaan istriku pada anaknya tak pernah berkurang. Dibatas ketidak berdayaannya dia menuliskan sesuatu, “Ayah jangan lupa beliin hadiah buat Dinda, ayah beliin jaket nanti bunda titip mukena, kasihan mukena dede sudah jelek. Bilang ke dede ini mukena dari bunda.”

    Atas permintaan istriku siang itu sebagai tanda syukur kami memotong 2 buah kue ulang tahun yang salah satunya untuk dibagikan ke suster-suster yang jaga. Kemudian istriku minta dibantu turun dari tempat tidur, katanya ingin duduk bareng deket Dinda. Ia mencoba memberikan senyum bahagia pada Dinda dan menyembunyikan rasa sakitnya. Sementara Dinda nampak bahagia dipangku bundanya, mungkin ia mengira bundanya hanya sakit biasa saja. Lagu “selamat ulang tahun” yang kami nyanyikan terdengar getir di telingaku. Terasa pilu aku menatap mereka.

    Selasa, 13 Mei 2008

    Biasanya jika istriku menginginkan sesuatu ia akan membangunkan saya dengan mengetuk besi tempat tidurnya. Namun malam itu saya merasa sangat ngantuk dan lelah, saya menulis pesan pada istriku, “bun..nanti kalo perlu apa-apa panggil suster aja ya! Ayah ngatuk dan cape, jangan bangunin ayah ya!” Dengan isyarat lemah ia mengiyakan permintaanku, ia mengusap tanganku kemudian menuliskan sesuatu “ayah tidur aja gapapa kok, bunda juga mau istirahat.”

    Rabu, 14 Mei 2008

    Entah mengapa pagi ini aku sangat ingin merawatnya. Ketika ia kembali diserang diare berkali-kali yang sangat hebat aku sendiri yang membersihkan semuanya. Kemudian memandikannya dan mengganti pakaiannya. Pagi itu aku minta Lia anak sulung kami yang masih duduk di kelas 5 SD untuk menjaga bundanya, sebelum kemudian aku tinggal berangkat kerja.

    Siang pukul 11 Lia menelpon “Ayah, bunda pingsan nafasnya cepet banget.” Aku kaget dan sangat khawatir. Selang 15 menit Lia sms “bunda sekarang ada di ruang ICU”. Astaghfirullah haladziim… apa yang terjadi pada istriku. Segera aku minta izin meninggalkan kantor. Di Rumah Sakit aku dapati Lia menangis sesegukan tak berhenti. “bunda yah… tolongin bunda yahh….!”

    Kuhampiri istriku yang tergolek taksadarkan diri. Perawat memasang semua peralatan pada tubuh istriku, entah alat apa saja ini. Kuusap perlahan keningnya, dingin sekali. Tangan dan kakinyapun sangat dingin. Hingga menjelang maghrib aku tak beranjak dari sampingnya. Tak hentinya mulut ini memanjatkan doa. Sementara di luar ruang ICU sudah banyak kerabat berdatangan.

    Tekanan darahnya sangat rendah dibawah 70. Dokter memberikan obat penguat tekanan darah dengan dosis tinggi. Tekanan darahnya sempat naik namun masih dikisaran 75-80, sangat rendah. Berkali-kali dokter menyuntikkan obat perangsang namun hasilnya tetap sama tak berubah. Dokter memanggilku, perasaanku gelisah tak menentu, campur aduk antara cemas, bimbang dan ketakutan yang amat sangat. Dugaanku benar Dokterpun menyerah.

    Melihat kondisinya yang terus menurun ia menyarankan agar semua alat bantu dilepas saja. “maksudnya dok..?” aku menodong penjelasan. “secara medis kondisi ibu sudah tidak dapat ditolong lagi, lebih baik kita do’akan saja.” Aku benar-benar lemas mendengarnya seluruh badanku gemetar merinding “benarkah tak ada lagi harapan.” Tiba-tiba aku merasakan ketakutan yang luar biasa. Aku tak mau menyerah, aku meminta agar semua alat bantu itu tetap terpasang pada tubuh istriku, sambil menunggu keputusan team dokter besok pagi.

    “Aku tak mau kehilanganmu bunda.” Ku pegang kuat jemarinya, “buka matamu bunda sebentar saja, ayah ingin menatap mata bening bunda untuk terakhir kalinya,” kubisikan lembut ditelinganya.
    Pukul 22, aku disodori surat pernyataan, tak sempat aku baca, kata suster ini adalah Surat persetujuan untuk melepas semua alat bantu dari tubuh istriku. “Tak sanggup aku melakukan ini bun, aku ingin tetap menatap wajahmu, aku ingin tetap mendampingimu meski dalam ketidakberdayaanmu.”
    Akhirnya adikku yang menandatanganinya. Aku tak ingin selalu dihinggapi rasa bersalah jika menandatangani surat itu. Kemudian semua alat bantu dilepas dari tubuh istriku, tinggal tersisa alat pendeteksi detak jantung.

    “Bun…..inilah yang terbaik yang diberikan Allah buat kita, maafkan ayah bun ayah tak bisa menjaga bunda. Ayah ikhlas bunda pergi, ayah terima semua dengan ihklas bun.. Jangan khawatir bun, ayah akan menjaga dan merawat anak-anak kita,” kubisikan lirih ditelinga istriku.
    Kutemui Lia yang menunggu diluar ruang ICU, kubelai rambutnya penuh sayang. Ia menangis keras sejadi-jadinya, mungkin ia paham apa yang kumaksudkan. “Bundaa….. Lia ga mau kehilangan bunda, jangan tinggalin lia bundaa..!!” Tangisnya memekik, merebut perhatian semua orang diruang tunggu ICU ini. Semua mata menatap kami tapi mereka diam seolah mahfum dengan keadaan kami.
    Dalam setiap rangkaian doaku tak pernah aku mengucapkan kata-kata menyerah “kalo memang hendak Engkau ambil maka mudahkan,” tak pernah aku menyebut kata-kata itu. Aku selalu minta kesembuhan, kesembuhan karena aku memang menginginkan istriku benar-benar sembuh.

    Sepertinya kini aku harus menyerah dan pasrah “Ya.. Robb jika memang Engkau menentukan jalan lain aku ikhlas ya Allah…., mudahkan jalan istriku untuk menghadapmu dengan khusnul khootimah.”

    Menurut suster dalam kondisi seperti ini pasien masih bisa mendengar. Kubimbing istriku menyebut kalimat “LAAILAHA ILLALLAH MUHAMMADUR ROSULULLAH..” perlahan aku membimbingnya. Rasanya aku mengerti betul setiap helaan nafasnya, raga kami bagai menyatu. Kuulang hingga berkali-kali dengan helaan nafas yang terirama pelan. Dua bulir bening tersembul dari sudut matanya. Aku merasakan ia sanggup mengikuti kalimat ini, terimakasih ya Allah..!
     
    Kamis, 15 Mei 2008

    Aku terbangun ketika tiba-tiba seorang suster memanggil “Keluarga ibu Siti Nurhayati..!” Aku bergegas masuk ke ruang ICU, jam menunjuk Pukul 05.05, masih pagi dengan hawa dingin yang menyusup tulang. “Ma’af pak, ibu sudah tidak ada.” ujar suster tadi singkat. Meski aku tau maksudnya tapi aku masih tak percaya. Kutengok layar monitor yang terhubung ketubuh istriku. Tak ada lagi yang bergerak disana

    Bagai tersambar petir, kudekap tubuh lemas istriku. Bibirnya menoreh segaris senyum. “INNA LILLAAHI WAINNA ILAIHI ROOJIUUN.” Aku lunglai terduduk disampingnya tapi tak ada lagi air mata yang keluar. “Bun, Ayah ikhlas melepas bunda, Allah telah memilihkan jalan terbaik buat kita.”

    Selamat Jalan Istriku…… jemput aku dan anak-anak nanti di pintu SurgaNya.

    Semoga bermanfaat bagi yang membacanya.

    Salam Terkasih
    Dari Sahabat Untuk Sahabat

    Dikutip dari Tribunnews

    Waspadalah! Enam Tanda Seseorang Sedang Dicintai Jin, No. 1 Paling Banyak di Alami Orang

    DakwahIslam - Meski berbeda alam, ternyata jin juga bisa
    menyukai golongan manusia. Layaknya manusia yang sedang kasmaran, jin juga akan melakukan hal-hal yang sama saat jatuh cinta dengan manusia yang dicintainya. Golongan ini biasanya tidak akan membiarkan wanita atau pria yang dicintainya menyukai manusia lainnya. Mereka akan melakukan upaya agar anda tetap sendiri tanpa pendamping hidup.


     Waspadalah! Enam Tanda Seseorang Sedang Dicintai Jin, No. 1 Paling Banyak di Alami Orang

    Perasaan yang dimiliki jin sebenarnya terbangun karena mereka sering mengikuti dan mangamati manusia yang disukainya. Terlebih jika saat manusia tidak menggunakan pakaian yang menutup auratnya, maka saat itu cintanya akan semakin besar. Jika sudah begini, maka ini menjadi signal buruk untuk manusia yang dicintainya. Karena jin tidak akan membiarkan mereka didekati atau mendekati manusia lain. Berikut ini merupakan tanda-tanda bahwa anda tengah dicintai jin.

    1. Sering Bermimpi Bertemu Lawan Jenis
    Tanpa sebab manusia sering bermimpi bertemu dengan lawan jenis. Bahkand ketika bermimpi anda melakukan hal-hal yang dilakukan ketika kasmaran dengan manusia pada umumnya. 

    2. Enggan Untuk Menikah
    Terkadang bukan karena tidak ada calon pendamping, gangguan jin yang menyukai seseorang juga akan membuatnya enggan menikah.Ini adalah tipu daya jin agar dia bisa secara utuh memiliki anda. Mereka membuat manusia tidak menyukai lawan jenisnya.  Biasanya selalu ada saja masalah yang membuat manusia batal menikah. 

    3. Suka Menyendiri
    Manusia yang disukai jin menyukai keheningan dan tidak suka keramaian. Ini juga merupakan salah satu cara jin agar mereka bisa berdua saja dengan manusia yang disukainya. 

    4. Merasa Selalu Diikuti
    Seseorang yang dicintai jin, selalu merasa dirinya diikuti oleh seseorang. Tidak hanya saat melakukan aktivitas sehari-hari, bahkan saat tidur, mereka merasa selalu ada orang yang menemani tidurnya, mereka merasakan bayangan yang sama di samping tempat tidurnya. 

    5. Rumah Tangga Tidak Harmonis
    Jika sudah menikah, maka biasanya hubungan dengan suami atau istri tidak berjalan harmonis. Mereka merasa tidak nyaman di saat-saat bermesraan dengan  pasangannya. Serta tidak ada keinginan untuk berhubungan intim dengan pasangannya secara alami tanpa terpaksa, biasanya melakukan karena didorong kewajiban saja. 

    6. Sulit Memiliki Keturunan
    Ternyata sulit memiliki keturuanan salah satunya disebabkan karena ulah jina yang menyukai salah satu diantara pasangan manusia, padahal mereka subur dan tidak mengalami kemandulan. Ini ditandai dengan seringnya mimpi bertemu dengan bayi. 

    Sudah selayaknya kita mendekatkan diri kepada Allah SWT agar selalu dilindungi dari perbuatan jin yang merugikan. Demikian artikel tentang tanda jin mencintai manusia. Jika ada tambahan sile komentar pada kolom di bawah ini.

    Sumber : infoyunik.com

    Masih Ingin Selingkuh, Pikirlah Seribu Kali! Simak Kisah Ini…

    DakwahIslam - Kisah ini sengaja kami tuangkan sebagai
    pembelajaran dengan maraknya peluang dan kejadian perselingkuhan yang banyak terjadi di kota kota besar, semoga kisah ini tidak menjadi terulang dan menjadi pelajaran yang sangat berharga betapa selingkuh itu sangat menghancurkan tatanan keluarga , kesolidan dalam menata dan membangun karakter keluarga khususnya menghadapi kehidupan di kota besar ini, silahkan memetik pelajaran yang berarti dari kisah di bawah ini :

    Saya seorang suami (umur 32 th) dan istri saya umur 29 th, Alhamdulillah kami telah membina rumah tangga selama 8 tahun dan telah dikaruniai 2 putra putri (SD dan TK). Kami berdomisili di Semarang.


    Masih Ingin Selingkuh, Pikirlah Seribu Kali! Simak Kisah Ini…


    Saya seorang pegawai negeri, istri saya seorang pegawai swasta. Istri saya sudah bekerja di perusahaan ini (perusahaan jasa konsultasi pajak) sudah selama 8 tahun sebagai seorang sekretaris merangkap admin dan keuangan (karena perusahaan itu sifatnya milik perorangan dan tidak begitu besar). Tetapi sekitar bulan September 2012 istri saya terpaksa resign dari pekerjaannya (karena pengasuh anak-anak kami), tetapi karena atasannya sangat menggantungkan dan mempercayakan pekerjaan pada istri saya, maka istri saya diminta untuk datang kekantor setidaknya 2 kali setiap pekannya untuk datang ke perusahaannya itu untuk mengurus keuangan perusahaannya. Waktu itu kami berpikir alhamdulillah masih ada tambahan untuk kebutuhan keluarga.

    Hubungan persaudaraan keluarga kami dan keluarga atasan istri saya baik. Sekitar 1 bulan yang lalu, istri dari atasan istri saya (sebutlah nama atasan istri saya adalah si Z dan nama istrinya adalah ibu Y), menelepon saya karena akan berkunjung ke kantor saya dengan alasan ada proyek baru. Tetapi saya mempunya firasat lain, pasti ada sesuatu yang akan disampaikan diluar proyek tersebut. Dan ternyata benar, ibu Y menyampaikan bahwa suaminya jalan dengan istri saya dengan kata lain Selingkuh!!!

    Firasat saya benar , pasti ada apa-apa dengan istri saya. Pikiran negatif terhadap istri saya selama bertahun-tahun ini menjadi kenyataan. Luluh dan hancur hati dan perasaan saya, apalagi ketika ibu Y memperlihatkan isi BBM-an suaminya dengan istri saya. Ibu Y tahu kejadian ini dari BB suaminya yang teledor menyimpan BB nya. Sungguh sakit kami membaca isi BBM itu, isi itu sudah diluar batas kewajaran, sangat jorok dan jijik saya membacanya. Singkat cerita akhirnya saya memanggil istri saya dan saya meminta ibu Y membawa si Z kerumah saya dengan tujuan akan diinterogasi. Saya meminta bantuan kakak ipar saya (kakak dari isteri saya untuk mendampingi saya dan juga sebagai saksi).Akhirnya saya, istri saya, kakak ipar saya, ibu Y dan si Z berkumpul di rumah saya.

    Dengan bukti percakapan BBM yang sudah saya print dan saya tunjukan ke mereka akhirnya mereka mengakui bahwa mereka sudah melakukan hubungan badan di tempat kerja!!! Istri saya beberapa kali pingsan dan menangis terus-menerus karena terbongkarnya kasus ini.
    Istri saya bersujud dan meminta maaf kepada saya dihadapan mereka dan mengaku bersalah, tetapi istri saya menyampaikan bahwa hal itu dilakukan karena dibawah tekanan dan paksaan si Z yang galak (si Z sepengetahuan saya memang galak kepada pegawainya), dan karena masih membutuhkan pekerjaan itu, bukan karena dasar saling suka, bahkan istri saya menyampaikan sesungguhnya hatinya sangat terpukul dan menjerit ketika peristiwa itu berlangsung (sama sekali tidak ada rasa suka ataupun menikmati) disamping itu memang istri saya masih membutuhkan pekerjaan untuk membantu kebutuhan keluarga.

    Dalam BBM-an itu istri saya selalu meladeni apapun pertanyaan dari si Z, seperti “masih sayang ga sama aku?”, istriku menjawab “bukan masih tapi tetap”, lalu pertanyaan lainnya “enakan sama aku atau sama yang dirumah?”, istriku menjawab “ya disitu dong”, dll.
    Istri saya membela diri sambil menangis, dan sambil menyebut “Demi Allah” bahwa apa yang dia jawab di BBM itu adalah bohong (bukan mewakili hatinya), semata-mata untuk nyenengin si Z, karena istri saya takut dimarahin, dan takut kehilangan pekerjaan itu. Istri saya meyakinkan saya bahwa cintanya, kasing sayangnya hanya untuk saya seorang. Tidak ada niatan sama sekali untuk menanam duri di daging saya.

    Si Z akhirnya meminta maaf dan meyakinkan kami semua bahwa peristiwa itu adalah murni kesalahan dia, istri saya tidak bersalah katanya. Pengakuan istri saya bahwa kejadian itu terjadi sejak istri saya resign, entah kapan persisnya dan berapa kali kejadiannya. Mereka tidak bilang bulan apa dan berapa kali, walaupun sudah kami desak. Bahkan ibu Z memukuli suaminya di hadapan kami. Tapi Alhamdulillah bu, saya masih bisa mengendalikan emosi, tak sepatah kata kasar pun yang keluar dari mulut saya, apalagi perlakuan fisik baik itu ke si Z ataupun ke istri saya.

    Setelah interogasi itu selesai dan si Z dan ibu Y sudah pulang, Akhirnya orang tua (ibu) dari istri saya dipanggil oleh kakak ipar saya untuk menceritakan kejadian ini, kembali istri saya menangis dan sungguh-sungguh menyesali perbuatannya dan tetap dia membela diri bahwa semua ini adalah didesak, dibawah tekanan, sama sekali tidak ada niatan, istri saya tidak berdaya, dan terpaksa meladeni nafsu setan si Z.

    Akhirnya istri saya bersujud dikaki saya dan mencuci kaki saya lalu membasuhkan air cucian itu kemukanya dan bahkan diminumnya sambil disaksikan oleh ibunya dan kakak nya dan sambil berjanji tidak akan mengulanginya lagi dan kembali meyakinkan kami bahwa peristiwa ini murni bukan kemauan istri saya dan tidak ada unsur suka-sama suka.

    Akhirnya dengan mengucapkan Bismillah dan memohon ridho Allah SWT, saya memaafkan istri saya, saya kecup keningnya, saya peluk, dan saya coba mengikhlaskan semua yang sudah terjadi. Tindakan ini saya ambil karena demi mempertahankan bahtera rumah tangga saya dengan istri tercinta saya dan juga demi masa depan anak-anak saya. Saya tidak ingin anak-anak bertanya “ Ayah, Bunda mana?” ataupun sebaliknya “Bunda,, ayah mana?”.

    Akhirnya saya menyuruh istri saya untuk berhenti kerja dan menghapus nama si Z di daftar BBM nya, semua barang-barang istri saya yang berhubungan dengan pekerjaannya kami buang. Dan sekarang sudah bersih tak tersisa, bahkan ganti no HP. Dan istri saya sekarang konsentrasi wiraswasta bisnis online.

    1 hari, 2 hari dan sebulan sudah terlewati, cobaan itu kami lewati, Alhamdulillah kami tidak pernah melewati shalat 5 waktu, shalat malam dan tidak pernah terlewat untuk shalat berjama’ah, perlu diketahui bahwa istri saya berkerudung.Alhamdulillah keadaan istri saya sudah kondunsif, tetapi yang menjadi masalah baru sekarang adalah ada pada diri saya. Saya sedang melawan diri saya sendiri.

    Saya memang tidak pernah melihat kejadian itu, tapi saya bisa berimajinasi, membayangkan apa saja yang mereka lakukan berdasarkan rentetan percakapan mereka di BBM, tidak bisa saya lupakan. Itu yang mengganggu saya. Bayang-bayang kotor kelakuan mereka selalu ada dipikirian saya. Astagfirullah…. sungguh sangat mengganggu, saya selalu mengangis bila mengingatnya.

    Selalu ada dorongan yang sangat kuat yang selalu hadir setiap hari di pikiran saya untuk menanyakan kronologis yang sebenarnya mengapa peristiwa itu bisa terjadi, saya selalu ingin menanyakan seberapa besar tekanan dan paksaan itu diterima oleh istri saya sehingga istri saya mau meladeni si Z?, berapa kali persetubuhan itu terjadi?, dimana saja?, kapan saja?, apakah istri saya menikmati persetubuhan itu walaupun dalam keadaan terpaksa? Kenapa istri saya tidak melawan? Dan banyak lagi misteri-misteri yang belum saya ketahui yang ingin saya tanyakan ke istri saya.Terkadang saya menghibur diri dengan berkata pada diri saya sendiri bahwa segala sesuatu yang saya tidak tahu, hanya Allah lah yang tahu.

    Pantaskah saya menanyakan hal itu? Atau saya pendam dan saya kubur dalam-dalam pertanyaan itu? Tapi rasa keingintahuan saya sangat besar… tapi saya berpikir kalaupun istri saya cerita, apakah akan menambah sakit hati ini. Perlu diketahui bila saya menyinggung sedikit saja peristiwa itu, maka istri saya langsung merasa terpojokan, marah pada saya, menangis bahkan kadang suka ngelantur karena saking tertekannya.

    Istri saya selalu menyampaikan kepada saya : “Ayah, tolong jangan pernah ungkit-ungkit kembali peristiwa itu, bunda sangat sakit hati, bukan kemauan bunda, hati bunda juga menjerit, bunda sudah taubat, bunda sudah bahagia sekarang, bunda sudah terbebas dari lingkaran setan itu, bunda sangat senang sudah terbebas… Bunda sangat berterima kasih sama Allah bahwa Allah telah memberikan suami yang sempurna untuk bunda. Bunda ingin bahagia bersama ayah dan anak-anak dan menjalankan bisnis kita. Bunda sangat bahagia sekarang”.

    Note: Nama , tempat, angka angka adalah samaran, kisah ini kami tuangkan sebagai pembelajaran bahwa perselingkuhan itu akan selalu berakhir tidak mengenakkan , dan sangat merusak tatanan keluarga, moral, agama, bermasyarakat!

    Jumat, 29 April 2016

    Kenapa Nabi Muhammad Tidak Boleh di Gambar? Ini Alasannya

    Berdakwah - Saat Nabi Muhammad SAW nasib, tak ada seorang
    pun yang sempat melukis wajahnya, serta juga kamera gambar belum lagi ditemukan.

    Jadi itulah sebetulnya duduk persoalannya. Serta dengan persoalan itu sebetulnya kami wajib bangga.



    Sebab keharaman menggambar wajah nabi SAW justru adalah bukti otentik alangkah Islam sangat menjaga ashalah (originalitas) sumber ajarannya.

    Larangan melukis Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam terkait dengan kewajiban menjaga kemurnian ‘aqidah kaum muslimin.

    Sebagaimana sejarah permulaan timbulnya paganisme alias penyembahan terhadap berhala adalah dibuatnya lukisan orang-orang sholih, yaitu Wadd, Suwa’, Yaguts, Ya’uq serta Nasr oleh kaum Nabi Nuh ‘alaihis salam.

    Terbukti pada awal kejadian, lukisan tersebut hanya sekedar dipakai untuk mengenang kesholihan mereka serta belum disembah.

    Namun seusai generasi ini musnah, timbul generasi berikutnya yang tak mengerti mengenai maksud dari generasi sebelumnya membikin gambar-gambar tersebut, kemudian syetan menggoda mereka supaya menyembah gambar-gambar serta patung-patung orang sholih tersebut.

    Melukis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dilarang sebab dapat membuka pintu paganisme alias berhalaisme baru, padahal Islam adalah agama yang paling anti dengan berhala.

    Demikian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mencela kelakuan orang-orang pakar kitab yang mengkultuskan orang-orang sholih mereka dengan membikin gambar-gambarny a supaya dikagumi lalu dipuja.

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang menyerupai mereka : “Barangsiapa menyerupai sebuahkaum maka dirinya tergolong golongan mereka.” (HR. Abu Dawud) Dalam hadits yang lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Janganlah anda menyanjungku berlebihan sebagaimana orang-orang Nashrani menyanjung Putera Maryam, sebab aku hanya hamba-Nya serta Rasul utusan-Nya.” (HR. Ahmad serta Al-Bukhori)

    Itulah sebab mutlak kenapa Umat Islam dilarang melukis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu dalam rangka menjaga kemurnian ‘aqidah tauhid. Allahu Akbar !!! Allahu Akbar!!! Wallahu 'alam..

    Sumber : InsyaAllah.org

    Hati-Hati dan tetap Waspada, Jika Ketemu Anak Kecil Menangis di Jalan!

    DakwahIslam - Sampaikan pesan ini kepada keluarga dan kawan-kawan anda!!
    Pesan ini ditujukan kepada setiap pria dan wanita yg bepergian sendirian ke kampus, tempat kerja atau kemana saja.


    Hati-Hati dan tetap Waspada, Jika Ketemu Anak Kecil Menangis di Jalan!

    Jika kalian menemukan anak kecil menangis di jalan dengan menunjukkan sebuah alamat dan memintamu untuk mengantarnya ke alamat tersebut, bawalah anak itu ke kantor POLISI dan jangan bawa anak itu ke alamat tersebut!!

    Anak itu telah di suruh oleh si pelaku kejahatan untuk menggiring kalian menuju ke tempat si pelaku melakukan aksi kejahatannya.

    Ini adalah Modus baru PENJAHAT untuk MERAMPOK, MEMPERKOSA & MENCULIK.

    Mohon Informasikan ke semua kawan-kawan.

     Jangan ragu untuk membagikan pesan ini kepada yang lainnya.

    Pesan ini bisa membantu menyelamatkan wanita dan orang yang penting dalam hidup anda..... karena sudah banyak korban.

    Jadi biarkan POLRI yang mengantarkan anak itu ke alamat tersebut..

    Ayo saudara SHARE buat keselamatan saudara2 kita semua..

    Beginilah Cara Melihat Jin Yang Menempel Di Badanmu, Sangat Megejutkan...!!!

    DakwahIslam - Saat ini sedang ramai diperbincangkan
    di sosial media soal warung makanan yang menggunakan penglaris Jin. Dan diberikan tips bagaimana caranya membedakan warung makan yang menggunakan penglaris Jin dan yang tidak.

    Beginilah Cara Melihat Jin Yang Menempel Di Badanmu, Sangat Megejutkan...!!!

    Tapi sayangnya kita sendiri lupa untuk berpikir apakah sesungguhnya tanpa sadar kita juga ditempeli oleh Jin tertentu?

    Dan sampai saat ini belum ada artikel yang membahas soal itu.

    Nah mungkin sebaiknya kita juga perlu mengetahui bagaimana caranya agar kita tahu apakah kita ketempelan Jin atau tidak, dan Jin jenis apa yang telah menempel pada tubuh kita selama ini?

    Berikut tipsnya:

    1. Jika kamu berada di dalam rumah, berdirilah menghadap ke arah kiblat, dongak ke atas beberapa saat.

    2. Pejam mata rapat2, baca doa sebisa kamu, dan niat dalam hati utk mengetahui jin apa yg ada di badan kamu. Tarik nafas perlahan-lahan, lalu lepaskan perlahan-lahan. sambil terus mengucapkan doa.

    3. Tundukkan kepala dan dengan perlahan buka kedua2 mata.

    4. Lihatlah pada bagian pinggang ke bawah dibagian kiri atau kanan pinggang bawah.

    5. Seandainya ada jin pada tubuh kamu, kamu bisa mengetahuinya sewaktu kamu membuka mata dengan cara mengetahui merk jin tersebut....apakah Lee, Levi's, Lois, Edwin, Lee Cooper, GA Blue, Wrangler dan sebagainya.

    6. Teruskan membaca Istighfar sebanyak2nya. Jangan marah.. krn jika kamu marah2... itu tandanya kamu sudah bener-bener di tempelin Jin.

    Sebarkan ke teman facebook kamu agar tidak banyak lagi orang yang di tempelin jin..

    Yusuf Mansur: Ini Waktu Berdoa Paling Mustajab Berikut Caranya, SEBARKAN!!!

    DakwahIslam - Yusuf Mansur adalah seorang ustadz sekaligus
    tokoh muslim yang sangat terkenal di Seluruh Indonesia melalui dakwah yang paling terkenal acara TV Wisata Hati di salah satu TV Swasta. Selain seorang ustadz Yusuf Mansur atau di singkat dengan YM juga seorang penulis buku dan pengusaha dari Betawi, sekaligus pimpinan dari pondok pesantren Daarul Quran Ketapang, Cipondoh, Tangerang dan pengajian Wisata Hati.


    Yusuf Mansur: Ini Waktu Berdoa Paling Mustajab Berikut Caranya, SEBARKAN!!!

    Baru-baru ini YM berceramah dengan tema waktu berdoa yang paling mustajab yang dilakukan pada hari Jum’at yakni pada habis Ashar hingga sebelum Magrib, hanya terjadi seminggu sekali, sehingga waktu ini dapat Anda manfaatkan sebagai waktu berdoa yang sangat afdol agar semua hajat Anda bisa terkabul, terampuni dosa-dosa dan Sembuh dari penyakit dan sebagainya.

    Buat temen-temen yang punya masalah apapun masalahnya, buat temen-teman yang punya hajat apapun hajatnya, buat temen-temen yang punya dosa kek apapun dosanya, coba minta sama Allah untuk setiap hajatnya, minta diampuni setiap dosanya kalau bisa kita doain yang lain, kita doakan sebanyak-banyaknya. Kemudian kita minta manfaat untuk akhirat kita, minta surga, minta ridha Allah, dan lain sebagainya.

    Cara Berdoanya:


    Usahakan dalam kondisi berwudhu
    Sholawat dulu, sekali, tiga kali, tujuh kali, makin banyak makin bagus. Karena pengantar doa itu adalah Sholatwat, semakin bagus sholawat kita semakin keren doanya.
    Istighfar, sekali, tigakali atau seratus kali, atau sebanyak-banyaknya.
    Baca Qur’an dulu setidaknya baca Alfatihah sebagai pengantar.
    Kemudian Bertasbih, minimal baca Subhanallah… atau Subhanallahi wa bihamdi
    Kemudian Membaca La haula walaquata illa billahil aliyil ‘azim
    Lalu Niatin sedekah, walaupun nanti setelah berdoa baru di sedekahin yang penting niatin dulu atau jika mungkin sedekah dulu, sisihkan uang kita di salah satu tempat khusus untuk nanti di serahkan kepada yang berhak menerima sedekah.
    Lalu Berdoa
    Penutupnya bisa dengan istigfar lagi, alfatihah lagi, sedekah lagi.

    Beberapa hadist Pendukung tentang waktu yang paling mustajab disebutkan dalam beberapa hadits. Di antaranya,

    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنَّهُ قَالَ: «إِنَّ فِي الْجُمُعَةِ لَسَاعَةً، لَا يُوَافِقُهَا مُسْلِمٌ، يَسْأَلُ اللهَ فِيهَا خَيْرًا، إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ»، قَالَ: وَهِيَ سَاعَةٌ خَفِيفَةٌ.

    Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bahwasanya beliau bersabda, “Sesungguhnya pada hari Jum’at terdapat suatu jam (waktu) tertentu, tidaklah seorang muslim mendapati waktu tersebut dan berdoa kepada Allah memohon kebaikan, melainkan Allah akan memenuhi permohonannya.” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam lalu bersabda, “Waktu tersebut hanya sebentar.” (HR. Bukhari no. 6400 dan Muslim no. 852, dengan lafal Muslim).

    Ada beberapa ulama yang berpendapat bahwa waktu paling mustajab itu yaitu pada satu jam terakhir sehabis sebelum magrib, atau antara ashar dengan magrib. Berikut hadistnya:

    عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَلَامٍ، قَالَ: قُلْتُ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَالِسٌ: إِنَّا لَنَجِدُ فِي كِتَابِ اللَّهِ: «فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ سَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُؤْمِنٌ يُصَلِّي يَسْأَلُ اللَّهَ فِيهَا شَيْئًا إِلَّا قَضَى لَهُ حَاجَتَهُ» . قَالَ عَبْدُ اللَّهِ: فَأَشَارَ إِلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَوْ بَعْضُ سَاعَةٍ» ، فَقُلْتُ: صَدَقْتَ، أَوْ بَعْضُ سَاعَةٍ. قُلْتُ: أَيُّ سَاعَةٍ هِيَ؟ قَالَ: «هِيَ آخِرُ سَاعَاتِ النَّهَارِ» . قُلْتُ: إِنَّهَا لَيْسَتْ سَاعَةَ صَلَاةٍ، قَالَ: «بَلَى. إِنَّ الْعَبْدَ الْمُؤْمِنَ إِذَا صَلَّى ثُمَّ جَلَسَ، لَا يَحْبِسُهُ إِلَّا الصَّلَاةُ، فَهُوَ فِي الصَّلَاةِ»

    Dari Abdullah bin Salam Radhiyallahu ‘Anhu berkata, “Saat itu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam sedang duduk, maka saya mengatakan, “Sesungguhnya kami (kaum Yahudi, sebelum ia masuk Islam, pent) mendapati dalam kitab Allah (Taurat, pent) bahwa pada hari Jum’at terdapat suatu jam (waktu) tertentu, tidaklah seorang mukmin mendapati waktu tersebut saat ia melaksanakan shalat dan berdoa kepada Allah memohon suatu keperluan, melainkan Allah akan memenuhi keperluannya.”

    عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: «يَوْمُ الْجُمُعَةِ ثِنْتَا عَشْرَةَ – يُرِيدُ – سَاعَةً، لَا يُوجَدُ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ شَيْئًا، إِلَّا أَتَاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ، فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ»

    Dari Jabir bin Abdullah dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bahwasanya beliau bersabda, “Hari Jum’at terdiri dari dua belas jam. Tidak ada seorang muslim pun yang memohon sesuatu kepada Allah (pada suatu jam tertentu), melainkan Allah akan mengabulkannya. Maka carilah jam terkabulnya doa tersebut pada satu jam terakhir setelah shalat Ashar!” (HR. Abu Daud no. 1048 dan An-Nasai no. 1389, sanadnya baik, dinyatakan shahih oleh Al-Hakim, Adz-Dzahabi, An-Nawawi, dan Al-Albani, dan dinyatakan hasan oleh Ibnu Hajar al-Aasqalani).

    عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: التَمِسُوا السَّاعَةَ الَّتِي تُرْجَى فِي يَوْمِ الجُمُعَةِ بَعْدَ العَصْرِ إِلَى غَيْبُوبَةِ الشَّمْسِ.

    Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Carilah satu jam yang diharapkan pada hari Jum’at pada waktu setelah shalat Ashar sampai waktu terbenamnya matahari!” (HR. Tirmidzi no. 489, di dalamnya terdapat seorang perawi yang lemah bernama Muhammad bin Abi Humaid az-Zuraqi. Namun hadits ini diriwayatkan dari jalur lain oleh Ath-Thabarani dalam Al-Mu’jam al-Awsath dan dikuatkan oleh hadits Jabir bin Abdullah dan Abdullah bin Salam di atas).

    Demikianlah Waktu Berdoa Paling Mustajab Beserta Caranya Ala Yusuf Mansur, Tolong Di Sebarkan..

    Sumber: muslimsatu.com

    Inilah Rahasia Di Balik Perintah Menjilati Jari Seusai Makan

    DakwahIslam - Ternyata ada rahasia di balik perintah menjilati
    jari seusai makan yang tidak diketahui oleh sebagian besar orang. Rosulullah telah banyak memberikan contoh hidup sesuai dengan syariat Islam, salah satu sunnah Rosul adalah menjilati jari setelah makan dengan menggunakan tangan. Apakah rahasia dibalik perintah menjilati jari setelah makan?
     


    Semua hal yang dilakukan Rosulullah dalam keseharian beliau merupakan cerminan Al-Qur’an sehingga semuanya memiliki nilai dan manfaat bagi manusia. Salah satu sunnah Rosul adalah makan dengan tangan yaitu menggunakan 3 jari serta menjilati jari setelah selesai makan. Sunnah menjilat jari setelah makan ternyata memiliki banyak manfaat dan faedah bagi kesehatan manusia. Mengapa Rosul makan dengan menggunakan 3 jari? Menurut penjelasan Imam Al-Ghazali, kativitas makan ini dapat dilihat dengan 4 sudut yaitu makan dengan menggunakan satu jari dapat menjadikan seseorang terhindar dari sifat marah, makan dengan dua jari dapat menghindarkan seseorang dari sifat sombong, makan dengan tiga jari dapat menghindarkan seseorang dari sifat lupa, dan makan dengan empat atau lima jari dapat menjauhkan dari sifat rakus. Jadi makan dengan tiga jari sesuai dengan sunnah Rosul merupakan cara makan yang pas untuk mengukur porsi makan yang cocok untuk seseorang dan hal ini telah tercantum dalam hadits menjilat jari setelah makan.

    Makan dengan menggunakan tangan jauh lebih sehat jika dibandingkan dengan makan menggunakan sendok, karena dalam tangan kita terdapat suatu enzim yaitu enzin RNase yang dapat menekan aktivitas bakteri pathogen, tetapi tangan kita harus dalam keadaan bersih dan higienis. Jadi hukum menjilat jari setelah makan adalah sunnah bagi setiap orang muslim.

    Enzim RNase ini ternyata banyak dihasilkan oleh tiga jari tangan yaitu ibu jari, telunjuk, dan jari tengah, hal ini sesuai dengan sunnah Rosul yaitu makan dengan menggunakan tiga jari. Bakteri yang masuk dalam system pencernaan akan diikat oleh enzim RNase sehingga aktivitas bakteri itu terhambat. Tidak hanya bakteri saja tetapi juga berbagai virus berbahaya seperti virus RNA. Jadi agar system pencernaan sehat dan juga tubuh tetap terjaga kesehatannya maka sebaiknya makan sesuai dengan sunnah Rosul yaitu makan dengan menggunakan tiga jari dan setelah makan maka jilati terlebih dahulu jari-jari itu.

    Banyak yang berfikir bahwa makan dengan menggunakan sendok merupakan pilihan yang terbaik dari makan dengan menggunakan tangan. Sendok yang digunakan untuk makan harus dalam kedaan bersih dan higienis karena udara yang ada disekitar kita banyak membawa bakteri dan virus yang mematikan. Udara dalam kondisi lembab dapat menjadi media persebaran kuman dan bakteri dengan cepat, jadi jika sendok yang digunakan tidak bersih dan tidak higienis maka dapat dijadikan sebuah media untuk perpindahan bakteri dan kuman untuk masuk kedalam tubuh manusia melalui makanan. Selain itu sendok yang digunakan untuk makan tidak mengandung enzim RNase yang dapat menekan pertumbuhan kuman dan bakteri dengan kuat. Jadi manfaat menjilat jari setelah makan jauh lebih banyak dibandingkan dengan makan menggunakan sendok.

    Allah telah memberikan contoh hidup yang baik melalui Rosulnya dan ternyata semua aktivitas yang sesuai dengan syariat Islam banyak membawa manfaat bagi setiap manusia yang mengerjakannya. Allah telah memberikan anugrah kepad setiap manusia yaitu sebuah alat makan yang sangat canggih yaitu tangan kita sendiri. Makan dengan menggunakan sendok merupakan hal yang sah untuk dilakukan tetapi jauh lebih baik jika kita melaksanakan sunnah Rosul yaitu makan dengan menggunakan tangan yang banyak membawa manfaat bagi kesehatan manusia.

    Itulah beberapa informasi seputar rahasia di balik perintah menjilati jari seusai makan yang banyak tidak diketahui oleh sebagian besar orang.

    Lele Ikan Paling Kotor, Satu Suap Mengandung Tiga Ribu Sel Kanker

    DakwahIslam - Siapa yang tidak tahu dengan lele, ikan yang satu ini merupakan favorit bagi banyak orang karena memiliki rasa yang enak dan memiliki tekstur daging yang lembut, namun ternyata lele ikan paling kotor, satu suap mengandung tiga ribu sel kanker. Benarkah itu?

    Lele Ikan Paling Kotor, Satu Suap mengandung Tiga Ribu Sel Kanker, Inilah Penjelasannya
    Lele merupakan salah satu menu makanan favorit dan bahkan di setiap warung makan selalu tersedia menu ini karena harganya yang cukup murah dan enak dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi ikan yang satu ini. Meskipun enak dan murah, Lele ikan paling kotor diantara jenis ikan lainnya yang sering dikonsumsi oleh manusia. Mengapa demikian? berikut penjelasannya:

    Lele Ikan Paling Kotor, Satu Suap Mengandung Tiga Ribu Sel Kanker

    1. Kolam lele sangat kotor dan dikelilingi oleh kandang ayam dan babi
    Menurut seorang peternak lele dari Tiongkok bernama Zhang Ri-hong mengaku bahwa dirinya telah memasok banyak lele ke pasar-pasar dan rumah makan dipinggir jalan di provinsi Hainan tepatnya di Haikou yang dipanennya 3 bulan sekali.

    Karena banyak keluhan dari masyarakat maka wartawan menelusuri tentang ikan tersebut dari departemen perikanan dan kelautan setempat. Para wartawan mengambil sampel tambak dari 7 kolam yang menampung lele tersebut. Ketujuh tambak tersebut dikelilingi oleh kandang ayam dan babi, sedangkan di tengah tambak tersebut terdapat banyak tumpukan sampah. Para peternak ikan tersebut dihimbau menangguhkan penjualan ikan mereka sebelum hasil tesnya keluar.

    2. Lele adalah ikan yang mengkonsumsi limbah
    Lele merupakan jenis ikan yang mudah berkembang biak di tempat-tempat yang kotor karena ikan ini mengkonsumsi limbah berupa kotoran hewan seperti ayam, sapi, dan babi, bahkan ikan ini juga dapat mengkonsumsi kotoran manusia. Sehingga dapat dimungkinkan bahwa dalam tubuh ikan lele mengandung tiga ribu sel kanker yang sangat berbahaya bagi tubuh manusia.

    Itulah beberapa informasi tentang ikan lele yang berada di Tiongkok, namun di Indonesia ikan ini telah dibudidayakan dengan baik oleh para peternak ikan lele dan mereka menggunakan pellet sebagai makanannya bukan menggunakan limbah yang sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia. Sehingga mengkonsumsi ikan lele di Indonesia tidak perlu diragukan kebersihannya, namun sebagai konsumen yang bijak kita harus tetap waspada dengan kandungan ikan ini dan tidak perlu mengkonsumsinya dalam jumlah yang besar secara rutin karena dapat mengganggu kesehatan kita.

    Terlepas dari semua itu, adakah manfaat sehat lele? ternyata ikan yang satu ini selain enak juga mengandung beberapa zat yang baik bagi kesehatan tubuh manusia. 

    Berikut adalah 4 manfaat dalam ikan lele:

    1. Menyehatkan jantung dan otak
    Ikan lele mengandung omega-3 dan omega-6 yang biasa terkandung dalam ikan-ikan mahal seperti ikan kod dan ikan salmon. Kandungan omega-3 dan omega-6 dapat membantu aktivitas kesehatan jantung dan otak, dan ternyata dalam seporsi ikan lele mengandung 220 mg omega-3 dan 875 mg omega-6.

    2. Mengandung protein dengan kualitas yang baik
    Dalam seporsi ikan lele mengandung 15,6 gram protein yang sangat bermanfaat dalam pembentukan jaringan otot dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.

    3. Mengandung vitamin B-12
    Seporsi ikan lele mengandung vitamin B-12 yaitu sekitar 40% kebutuhan dalam tubuh. Vitamin ini berguna dalam membantu menguraikan makanan menjadi energi bagi tubuh, sehingga dengan mengkonsumsi makanan ini dapat menjadikan tubuh lebih kuat.

    4. Mengandung DHA
    Bagi ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi ikan lele karena ikan ini mengandung DHA yang baik untuk pembentukan saraf bayi dan juga ikan ini memiliki kandungan mercury yang sangat rendah sehingga aman untuk dikonsumsi.

    Itulah beberapa informasi seputar lele ikan paling kotor, satu suap mengandung tiga ribu sel kanker, namun ternyata ikan ini juga memiliki nilai gizi yang tinggi jika dibudidayakan dengan baik.

    home garden

    home garden

    Kamis, 28 April 2016

    Subhanallah...!!! Amalkan Amalan Ini Jika Ingin Wafat Dalam Khusnul Khotimah

    Berdakwah - Kematian merupakan rahasia Allah SWT dan tidak ada satupun makhluk yang mengatahui kapan ajal seseorang akan mendatanginya. Orang-orang yang mendapatkan kasih sayang Allah SWT akan mendapatkan kematian dalam khusnul khotimah yaitu kematian yang diimpikan oleh setiap muslim. Apa yang harus dilakukan untuk mendapatkan kematian husnul khotimah?
    Subhanallah...!!! Amalkan Amalan Ini Jika Ingin Wafat Dalam Khusnul Khotimah
    Setiap muslim bercita-cita ingin memiliki kematian khusnul khotimah, yaitu kematian yang baik dan dirahmati oleh Allah SWT. Tidak semua orang dapat meninggal dalam keadaan khusnul khotimah, hanya orang-orang tertentu saja yang dapat memilikinya yaitu orang-orang yang senantiasa beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT dengan sepenuh hati dan mengamalkan beberapa amalan secara rutin dan ikhlas hanya semata-mata untuk Allah SWT.
     
    Apa arti khusnul khotimah? Seseorang yang meninggal dalam kedaan khusnul khotimah akan dijamin surga baginya di akhirat kelak. Malaikat maut pun dengan sangat hati-hati mengambil nyawanya karena orang tersebut merupakan hamba Allah SWT yang sangat disayangi-Nya. Ciri-ciri orang yang meninggal dalam keadaan khusnul khotimah, yaitu meninggal dengan menyebut asma Allah SWT dan meninggal dalam keadaan yang baik seperti meninggal saat menunaikan sholat, saat berdzikir kepada Allah, dan lainnya.
    Ada beberapa amalan yang dapat membawa kita meninggal dalam keadaan khusnul khotimah, apa sajakah itu? Berikut uraiannya:
     
    1. Menunaikan sholat wajib tepat waktu dan tidak pernah meninggalkan sholat wajib.
    2. Membiasakan diri untuk membaca Al-Quran setiap hari meskipun hanya satu ayat saja karena ayat-ayat Al-Quran merupakan firman Allah SWT yang mampu memberikan kesejukan hati dan pikiran serta mempertebal keimanan kita. Selain membacanya, alangkah baiknya jika kita belajar isi kandungan Al-Quran sebagai pedoman hidup di dunia. 
     
    3. Menjalankan sholat wajib secara berjamaah di rumah atau di masjid. Menjalankan sholat secara berjamaah dapat melipatgandakan derajat pahala yang akan kita peroleh selain itu sholat berjamaah juga dapat memperkokoh persaudaraan sesama muslim sehingga Allah SWT lebih menyukai hamba-Nya yang menjalankan sholat secara berjamaah daripada sholat sendiri.
     
    4. Menunaikan sholat sunnah tahajjud di malam hari yaitu disepertiga malam. Sholat sunnah tahajjud merupakan sholat sunnah yang dianjurkan oleh Rosulullah kepada setiap umatnya karena dengan menjalankan sholat sunnah ini dapat mendekatkan kita kepada Allah SWT.
    5. Selalu berdzikir disetiap waktu dan selalu mengingat Allah SWT kapanpun dan dimanapun juga. Orang yang selalu mengingat Allah SWT tidak akan melakukan hal-hal yang dilarang oleh-Nya dan mereka selalu takut akan murka Allah SWT.
     
    Alangkah beruntungnya bagi seorang muslim yang telah menjalankan amalan-amalan tersebut karena mereka merupakan hamba-hamba yang dicintai Allah SWT. Kebahagiaan seorang muslim yaitu meninggal dalam keadaan khusnul khotimah karena hal ini merupakan jaminan surga untuknya.
     
    Orang-orang yang mati dalam keadaan khusnul khotimah akan berseri-seri wajahnya karena sebelum dikuburkan Allah SWT telah memperlihatkan surga untuknya yang akan ditinggalinya. Sungguh beruntung bagi setiap muslim yang mendapat kematian khusnul khotimah karena akhir kehidupan di dunia di tutup dengan hal yang baik dan akan membawanya menuju kenikmatan surga yang telah Allah SWT siapkan untuknya.
     
    Demikian informasi seputar beberapa amalan yang dapat menjadikan kematian Anda menjadi khusnul khotimah, jadi apakah Anda ingin mati khusnul khotimah? rutinkan amalan ini setiap hari.

    Astagfirullah...!!!! Maafkan Aku.!!.Kulepaskan Jilbab Ini Demi...

    Berdakwah - SATU pesan BBM masuk. Dari seorang junior waktu
    sekolah yang juga pernah sama-sama bekerja di kantor lama kami.

    Astagfirullah...!!!! Maafkan Aku.!!.Kulepaskan Jilbab Ini Demi...

    “Kak, aku diterima jadi resepsionis di salah satu PT di kawasan XXX.”

    Aku pun segera mengetik balasan, “Ohya? Wahh … Alhamdulillah yaa, Mel! Selamat!”

    “Tapi Kak ….”
    “Tapi apa?”


    “Aku harus lepas jilbab.”

    Hatiku seketika bergemuruh.

    Bagaimana mungkin bunga (bukan nama sebenarnya) bisa goyah begini. Gadis cantik yang belum lama menggunakan hijab itu kan tahu sendiri, bagaimana reaksi orang-orang di kantor keempatku, waktu ada salah satu karyawatinya yang melepas jilbab. Ternyata setelah ditelusuri penyebabnya, tak lain karena dia nekat berpacaran dengan pria non muslim. Sudah pacaran … dengan non muslim pula. Belum nikah saja, jilbab sudah ditanggalkan. Bagaimana kalau sudah menikah? Masihkah iman Islam terpatri dalam hati?

    “Astaghfirullah, Mel. Jangan,” ketikku mengingatkan.

    “Tapi, Kak. Aku butuh pekerjaan. Kakak kan tahu, aku harus ngebiayain kuliah sendiri.”

    “Iya, aku tahu, Mel. Tapi apa kamu gak percaya, Allah lah Yang Maha Pemberi rezeki?”

    “Percaya, Kak. Tapi aku bener-bener buntu, Kak. Aku harus dapet pekerjaan secepatnya.”

    “Loh, waktu di sini, kamu mau diperpanjang kontraknya dan boleh berjilbab, kamu gak mau.”

    “Iya Kak. Tapi kalo di situ aku udah nggak betah. Orang-orangnya rese. Kakak sendiri kan juga mau resign dari situ?” Amel kembali menyanggah.

    “Iya, bunga. Aku tahu. Tapi, setidaknya di sini kamu boleh berjilbab. Walaupun di sini gajinya di bawah UMR, setidaknya kita nggak disuruh lepas jilbab.”

    “Iya sih, Kak.”

    “Pikirin lagi semuanya baik-baik, Mel. Istikharah. Belum tentu juga nanti di sana kamu betah.”

    “Aku kayaknya nggak ada pilihan lain deh, Kak. Aku sudah tanda tangan kontrak. Senin depan aku mulai kerja. Tapi di luar PT, aku tetap berjilbab kok, Kak.”

    “Kenapa kamu baru bilang setelah tanda tangan kontrak? Ya Allah, andai aku punya cukup uang buat minjemin kamu bayar biaya kuliah, bunga. Sedih aku. Ngerasa nggak guna jadi temen.” Aku mengetik pesan dengan hati yang runyam.

    Ketika melihat teman baru berhijab, aku bahagia bukan kepalang. Begitu juga sebaliknya, ketika mengetahui seseorang harus membuka hijabnya. Aku seketika lemas. Merasa gagal. Berlebihan? Yaa … tapi sungguh itu yang kurasakan.

    Kalian tahu apa yang terjadi bahkan tak sampai sebulan kemudian? Amel kembali mengirim pesan padaku.

    “Kak! Kakak benar. Aku gak betah di sini, Kak!”

    “Ya Allah, bunga … kenapa??”

    “Kerjaanku di sini ternyata nggak cuma jadi resepsionis, Kak. Tapi serabutan, bantuin kerjaan bagian lain juga. Belum lagi, tiap hari lobby tempatku bekerja bau asap dupa. Di sini juga ada beberapa patung yang dikramatkan, Kak.”

    “Dikramatkan gimana?”

    “Iya. Patung-patung itu dirawat khusus, Kak. Nggak boleh sampai kenapa-kenapa. Semacam sesuatu yang sangat penting buat yang punya PT.”

    Laporkan iklan?

    “Astaghfirullah. Terus gimana, bunga?”

    “Belum tahu, Kak. Aku coba bertahan. Tapi kalau nggak kuat, mungkin aku akan resign.”

    “Loh, bukannya kamu udah tanda tangan kontrak selama beberapa bulan ke depan? Memangnya di sana nggak ada pinalti?” tanyaku lagi.

    “Ada sih, Kak.”

    “Lahhh, terus? Duitnya gimana?”

    “Aku kabur aja nanti, Kak. Biar nggak usah bayar uang pinalti, karena keluar sebelum kontrak selesai.”

    “Ya Allah, Bunga….”

    “Huhuhu … aku nyesel, Kak. Coba aja aku ikutin apa kata Kakak waktu itu.”

    Entah bagaimana caranya, berita terakhir yang kudapatkan akhirnya bunga keluar dari PT itu. Dan Alhamdulillah, saat ini dia sudah berjilbab kembali, bahkan lebih syar’i.

    “Kali ini semoga istiqomah yaa, Bunga. Belajar dari pengalaman kemarin.” Aku mengirim pesan, usai mengetahui bahwa ia kembali berhijab.

    “Iya, Kak. In Syaa Allah. Aku nggak akan sampai lepas jilbab lagi! Doain aku ya, Kak.”

    “As always, Dear. Kita saling mendoakan yaa ….”

    “Iya Kaaak.”

    Ohya!
    Temanku yang satu lagi juga Alhamdulillah sudah putus dengan pacarnya. Dan kini ia pun berhijab kembali. Doakan kami semua istiqomah yaa. Aamiin Yaa Robbal Alamiin.

    Aku pun pernah sampai melepas jilbab, saat pertama kali bekerja usai lulus SMK, pada tahun 2007. Menyesal bukan main. Karena perlakuan para lelaki ketika melihatku dengan dan tanpa hijab, itu berbeda sekali. Padahal saat itu aku masih memakai penutup kepala. Hanya saja leher dan tangan dari sikut ke bawah, kelihatan keman-mana.

    Alhamdulillah. Setahun kemudian, usahaku mencari pekerjaan lain, akhirnya membuahkan hasil. Aku diterima di sebuah perusahaan yang membolehkan semua karyawatinya untuk berhijab.

    Untuk selanjutnya, di perusahaan ketiga, keempat dan kelima yang tak lain adalah tempatku bekerja sekarang, Alhamdulillah! Aku bebas menunaikan kewajibanku sebagai seorang muslimah, yakni menutup aurat.

    Tiga kali, ada pengalaman interview dengan orang asing. Satu bule, orang Korea, dan yang ketiga orang Jepang. Tentu perasaan ketar-ketir karena aku menolak berjabat tangan dengan mereka. Yang sama orang Korea, tidak ada kelanjutan alias ditolak bekerja di sana. Yang sama bule, juga Alhamdulillah sempat diberi tahu diterima, cuma aku yang mundur, karena lokasi kerja yang ditawarkan di Meruya. Terlalu jauh, bagiku yang tinggal di Bekasi.

    Yang orang Jepang ini lucu. Namanya Mr. Hiroyuki. Pada suatu kesempatan makan malam bersama teman sebagian yang lain, seorang teman yang tidak berjilbab mendekati beliau untuk difoto. Spontan, Hiroyuki-san berkata sambil memeragakan ‘jilbab’ dengan kedua tangannya.

    “Woman with … no touch yaa? Kalau tidak pakai, boleh touch.” Beliau bingung menyebut jilbab itu apa, makanya hanya memeragakan dengan menyatukan kedua tangannya, yang kemudian dinaikkan ke atas kepala.

    Kami tertawa. Maksud beliau adalah : perempuan dengan penutup kepala tidak boleh disentuh ya? Kalau tidak pakai, baru boleh.

    See? Orang asing yang bukan muslim pun bahkan bisa menyimpulkan demikian.

    Eits!
    Ini bukan berarti kalian boleh touch touch wanita tanpa hijabbbbb yaaahhh! Awas lohhhh! Bukan mahrooooom!

    Pertahankan hijabmu semampumu, saudariku.
    Ingat! Bahkan ada suatu informasi bahwa : perempuan-perempuan di Gaza tidur pun menggunakan hijabnya. Ketika ditanya kenapa, jawaban mereka, “Agar jika sewaktu-waktu rumahku dibom, jasadku dapat ditemukan dalam keadaan menutup aurat.”

    Ma Syaa Allah!

    Semoga kita semua bisa senantiasa menjaga hijab ini hingga kematian menjemput kita kelak. Aamiin Yaa Robbal Alamiin.

    Kisah Nyata: Gadis Ini Dengarkan Pujian Palsu yang Membuatnya Kehilangan.......

    DakwahIslam - kisah Nyata: Hanya dengan Dua Kata Gadis itu
    Hila Seorang gadis di usia puncak kegadisannya hidup bersama keluarganya di rumah ayahnya. Ia pergi ke pasar sendirian, berhadapan langsung dengan para pedagang, tanpa pengawasan dari keluarganya. Karena seringnya dia keluar-masuk pasar, maka terjalinlah hubungan antara dirinya dengan salah seorang pedagang, si gadis memiliki nomor teleponnya. Beberapa waktu kemudian hubungan keduanya semakin erat. Keduanya sama-sama menantikan peluang emas. Ketika keluarganya pergi untuk mengunjungi kerabat, si gadis itu di rumah sendirian, maka dengan cepat ia mengontak pacarnya agar datang. Lalu terjadilah dosa antara keduanya.

    Kisah Nyata: Gadis Ini Dengarkan Pujian Palsu yang Membuatnya Kehilangan.......

    Tiba-tiba si gadis hamil karena hubungan di luar nikah. Dengan cara-cara setan ia menyembunyikannya dari keluarganya, karena keduanya telah bersepakat untuk menggugurkannya. Di kegelapan malam keduanya pergi ke tempat sepi. Gadis ini ingin membuang janinnya. Sedang pacarnya ingin membunuhnya supaya darahnya bercampur dengan darah ibunya akibat pengguguran. Akan tetapi Allah Subhanahu wa Ta’ala membongkar kejahatan ini melalu pihak yang berwenang. Pagi hari ketika matahari terbit, keluarga gadis itu bangun untuk menerima musibah yang membuat akal kebingungan, rambut cepat menjadi beruban dan gunung yang kokoh hampir tidak kuasa memikulnya.

    Ukhti yang budiman, renungkanlah dengan kedua matamu kisah ini dari lima sudut pandang:

    Pertama: Pandangan Kasihan

    Kepada ibu yang penuh kasih sayang, dia mencari putrinya di setiap sudut rumah, tetapi tetap saja tidak bisa menemukannya. Lalu seluruh keluarganyapun mencarinya di setiap tempat. Kemudian dia ditemukan di kantor polisi tenggelam dalam lumpur kehinaan.

    Kedua: Pandangan Kacau Balau

    Karena besarnya peristiwa yang berakhir mengerikan.
    Dengan apa gadis itu menemui keluarganya? Dengan alasan apa dia akan menghadap bapaknya, yang kepalanya telah tertunduk dan wajahnya menjadi hitam? Sang ayah mengharap kematian tapi tidak bisa, sementara anak gadisnya telah menyembelihnya tanpa pisau.

    Ketiga: Pandangan Tajam

    Kepada buruknya kejahatan. Keduanya harus dibawa ke pengadilan, agar si pelaku dibunuh dan gadis itu dipenjara beberapa waktu. Keduanya berhak dihukum karena perbuatan masing-masing. Bagaimana tidak?! Sementara masyarakat mengutuk kejahatannya.

    Keempat: Pandangan yang Jujur

    Karena dia masih gadis dan belum menikah. Itu benar-benar tekanan dan musibah yang berat. Apa yang dilakukan oleh cara-cara haram dan jalan-jalan terlarang kepadanya?

    Kelima: Pandangan Taubat

    Dengan menutup pintu-pintu kemaksiatan darimu agar kamu bisa menjaga kehormatanmu dan keluargamu. Betapa banyak gadis terpeleset, lalu hilanglah kesuciannya dan melayang pula kehormatannya.

    Dosa-dosa adalah luka, dan kadang luka itu bisa menimpa anggota tubuh yang mematikan.

    Wanita yang berbahagia adalah wanita yang bisa mengambil pelajaran dari wanita lain, dan wanita yang sengsara adalah wanita yang diberi pelajaran oleh dirinya. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

    “Dan bertaubatlah kalian semua kepada Allah, wahai orang-orang mukmin, agar kalian beruntung.” (QS. An-Nur: 31).

    Hikmah : Wahai gadis muslimah! Mengapa engkau kehilangan kontrol diri, hanya karena mendengar bisikan hina dan pujian palsu dari pemuda yang melihat dirimu sebatas onggokan daging yang indah tanpa jiwa?

    Wahai wanita Islam, sebuah fitnah besar telah dirancang demi mengubah dirimu, bermain-main dengan tubuh dan kehormatanmu. Berlindunglah kepada Tuhanmu! Karena tidak ada yang dapat menyelamatkanmu kecuali Allah Ta’ala.

    Kisah nyata ini adalah fakta besar. Betapa gadis-gadis muslimah di negeri-negeri Islam yang memegang tradisi tidak keluar rumah kecuali untuk keperluan syar’i bisa terenggut kesuciannya oleh para pemuda yang hatinya keras, gelap dan busuk.

    Jika demikian, betapa mudahnya merampas kesucian gadis-gadis muslimah yang dengan sukarela, bahkan sebagian dengan dukungan orang tua, keluar rumah bersama pemuda pujaannya untuk bermalam minggu, nonton, belanja ke mall dan lain-lain.

    Ambillah pelajaran dari kisah-kisah memilukan ini.

    Astaghfirullah! Kisah Nyata Menghina Seruan Azan 4 Pemuda ini Tewas Mengenaskan

    DakwahIslam - Kisah nyata yang terjadi di Malaysia, 4 orang pemuda berkumpul disaat Magrib menjelang dan nongkrong sambil mempermainkan seruan adzan, dan setelah azan selesai kembali bubar dan Lelaki 3 dari 4 lelaki ini tewas menggenaskan dalam sebuah kecelakaan. 
    Astaghfirullah!  Kisah Nyata Menghina Seruan Azan 4 Pemuda ini Tewas Mengenaskan
    Jika kita punya waktu membuka Al Quran, Allah Ta’ala dengan tegas berfirman di dalam surat Al-Maidahayat 58, 
    Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) shalat, mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau menggunakan akal.

    Pemuda ini sebenarnya tahu bagaimana jika mempermainkan Azan, namun mereka menganggap itu hal biasa saja, setelah kejadian baru tersadar bahwa menghina azan akan mendapat Azab dari Allah, baik di dunia dan di Akhirat. Semoga kisah ini akan menjadikan kita lebih aware akan seruan azan, kalaupun kita sedang sibuk sempatkan sdikit untuk melakukan shalat, kalaupun tidak atau belum melakukan shalat jangan pernah menghina seruan Allah iniini kisah selengkapnya;
    Suatu bunyi yang sangat kuat dan mengerikan terdengar di depan saya ...
    Empat lima kali lagi suara dentuman itu hinggap di telinga saya,
    kemudian terdengar pula suara benda jatuh dan terseret diatas jalan
    raya. Api memercik dari tempat benda yang terseret itu. Serentak itu
    saya terdengar suara orang menjerit-jerit ..

    Ban direm mendadak dan kemudian, DDDAAAMMMM !! DDAAMMM !!
    Terdengar lagi suara dentuman dan jeritan. Semuanya terjadi terlalu
    cepat. Saya segera menekan rem dan sebaik motor berhenti, saya
    terus menyalakan lampu.

    Ya Allah ... !!!!!

    Saya tergamam .. Di hadapan saya tampak teman tergelimpang
    diatas jalan. Uzir tertiarap tidak bergerak-gerak. Fahmi di bawah sebuah
    motor yang masih mengaum mesinnya. Yang lain-lain juga hampir sama
    keadaannya ....

    Ada yang terbaring sambil meraung, ada juga yang menekup muka dipenuhi
    darah dan beberapa orang lagi memegang lengan dan kaki. Baju mereka
    koyak rabak. Suara meminta tolong dan mengaduh kesakitan silih berganti ..

    Saya segera membantu teman yang sakit itu. Kebetulan ada
    sebuah mobil melalui jalan tersebut. Lantas sopir dan penumpang
    mobil tersebut turun membantu kami ..

    Ketika mengangkat Fahmi yang terbaring di bawah sebuah sepeda motor, saya
    terasa seperti hendak menangis karena kondisinya sangat mengerikan.
    Kepala sahabat saya itu pecah dan dipenuhi darah. Mukanya hancur dan
    beberapa benjolan putih di sisi kepalanya yang pecah itu !!!!

    Ya Allah, Fahmi! Fahmi !!!!

    Kami angkat Uzir pula .... Saat diangkat, kakinya terkulai dan lengan
    kirinya putus sebatas siku !!!!

    Badan saya menggigil .... Saya benar-benar panik. Kawan-kawan yang terluka
    semua diletakkan ditepi jalan ..

    "Uzir! Uzirrr !!! "kami memanggil-manggil nama Uzir, tapi dia tidak
    menyahut lagi. Kami tidak tahu apa yang akan dibuat, kami tidak
    menyangka kecelakaan ini akan terjadi ..

    Untungnya dalam kekalutan itu ada sebuah lagi mobil melalui jalan
    tersebut beberapa menit kemudian dan menolong kami membantu teman
    yang terluka tadi ..

    "Mana Amran?" Saya dengar seseorang bertanya ....
    Oh ya, Amran !!!
    Kami mencarinya, dan sahabat kami itu bersama motornya ditemukan
    dalam parit di tepi jalan yang dipenuhi semak samun serta air sejajar
    lutut. Dan, sekali lagi saya hampir meneteskan air mata ketika melihat
    mukanya juga hancur dan dipenuhi darah.

    Kami rasa nadi dan nafasnya. "Amran! Amraaaiiiiii! '
    Semua yang terluka itu di bawa ke rumah sakit dengan bantuan kendaraan
    kendaraan yang melalui jalan tersebut. Saya turut ke rumah sakit dan malam
    itu, saya meneteskan air mata ketika diberitahu, selain Fahmi, Amran
    juga meninggal dunia.

    Esoknya, mayat kedua sahabat baik saya itu aman dimakamkan.
    Fahmi pergi meninggalkan kami dalam kondisi kepalanya pecah, tangan dan
    kaki patah. Salah satu dari biji matanya hilang.

    Amran pula patah tengkuk dan tulang belakang. Kubur Amran dan Fahmi
    digali dengan excavator dan keduanya dimakamkan dalam satu liang
    lahad. Hanya saya dan tiga empat orang lagi sahabat yang dapat
    menghadiri upacara pemakaman tersebut, sisanya masih di rumah sakit.

    Dua minggu kemudian, Uzir pula menghembuskan nafas terakhir setelah koma
    dan terinfeksi kuman akibat operasi yang dilakukan pada tangan dan
    kaki kakinya. Kematiannya turut disebabkan oleh cedera dalam,
    terutama dada, akibat terhentak di atas jalan raya.

    Seorang lagi teman kami, sampai sekarang cacat karena tulang kakinya
    remuk akibat kecelakaan tersebut. Sekarang, teman saya itu berjalan
    tempang ..
    #Apa Sebenarnya penyebab kecelakaan itu, saya bertanya pertanyaan
    tersebut kepada teman-teman. Cerita mereka, itu disebabkan ketika kelompok
    lima buah sepeda motor yang memimpin perlombaan itu tertunggu-tunggu
    kedatangan kami yang tercecer ini.

    Lebih 10 menit menunggu kami tidak muncul-muncul, mereka mulai merasa
    pelik. Kata sepeda motor masing-masing laju sangat, tapi takkanlah sampai
    10 menit ketinggalan. Lantas, seorang dari mereka menyarankan
    disusul kelompok yang tertinggal tadi. Masing-masing setuju. Mereka pun
    berbalik dan berlomba lagi di dalam gelap. Ketika sedang
    melaju sepeda motor masing masing itulah kami bertabrakan.

    Kecelakaan itu menjadi bertambah buruk karena kami semua tidak memakai
    helm. Sebab itu Fahmi dan Amran cedera parah di kepala, begitu
    juga dengan teman-teman lain yang terluka di wajah akibat terseret di atas
    jalan.

    Selain kehilangan tiga orang sahabat, kecelakaan itu juga telah
    menginsafkan saya tentang kebesaran dan keagungan Allah. Pertama,
    bersyukur karena malam itu saya berada di tempat tercorot. Sempatlah
    saya pengereman dan menghindari bertabrakan.

    Sebelum Kejadian Tabrakan

    Saya menginsafi dengan sesungguhnya, kita jangan sekali-kali
    mempermain-mainkan Allah dan agama, termasuk azan yang dikumandangkan
    untuk menyeru kita shalat. Jangan, jangan sekali-kali!

    Saya bilang begitu sebab sebenarnya, pukul 6.30 petang sebelum kecelakaan,
    kami berkumpul di simpang jalan sambil bermain gitar. Kami puas nongkrong, sampailah azan Maghrib berkumandang.

    "ALLAHU AKBAR ... ALLAH HU AKBAAARRRR !! "ASYHADUALLAILA HAILLALLAAAAAHHHHHH!"

    Saya terus diam, menghormati seruan azan dari masjid sekitar 200
    meter dari tempat kami nongkrong itu. Kami diam mengunci mulut, kecuali
    Fahmi yang tiba-tiba saja bersuara ...

    "Ran ... coba kau cari kode ni!"

    "Kode apa?" Saya masih ingat, itulah jawaban Amran ketika ditanya oleh
    Fahmi.

    "Kode azanlah! Cepat, nanti habis pulak ", jawab Fahmi.

    Saya terdiam. Tercengang. Akan marah ada, terkejut pun ada. Saya gelak
    dan berkata, "gilalah engkau ni, maksud saya, janganlah azan itu dibuat
    main. Azan bukan lagu untuk dicari kode musik dan iramanya. Tapi Amran
    dan Fahmi terus tertawa.

    Saya masih ingat lagi, setelah Fahmi mengatakan demikian, Amran terus
    memetik gitar yang sejak tadi dikepitnya.

    GRENGGG !!! GREENGGG !! Tinggi juga suara bilal tu, "kata Fahmi saat
    Amran mencoba beberapa kode yang dianggap senada dengan suara muazin.

    Kemudian, saya juga dengar Uzir menyela dan tertawa. Uzir pula memetik
    tali bass gitarnya. Dua irama bergabung mengikuti alunan azan. Mereka
    mengajak saya untuk turut memetik gitar, tapi saya menolak.

    Gabung menglimi hiing.in.I / .m Nit I, ka mengajak saya uiiiuk mi iii III,
    I ,,, I d gitar, Masih jelas dimata saya, Maghrib itu Amran dan Uzir
    bermain gitar melagukan suara azan. Fahmi pula memberi semangat agar
    dua sahabat kami itu menemukan kode yang tepat. Sambil itu mereka menyeringai.

    Kami hanya menggelengkan kepala .... Saya tidak sanggup akan
    melagukan azan dengan gitar sebab saya yakin, macam hari-hari
    sebelumnya, sore itu saya akan menanggung dosa besar karena tidak
    menunaikan shalat Maghrib. Saya tidak ingin menambah dosa itu
    dengan dosa mempermainkan azan.

    Apa yang terjadi tidak bisa ditarik kembali. Yang dapat saya lakukan
    sekarang hanyalah berdoa semoga dosa arwah Amran, Fahmi dan Uzir
    diampunkanNya dan mereka ditempatkan di kalangan orang-orang yang beriman
    Sumber: http://ketumviral.blogspot.co.id/2015/08/balasan-allah-akibat-mempersenda-azan.html

     Terlepas benar tidak sumber ini, namun tentu ada pesan yang bisa dipetik dari kisah ini.
    Semoga kita bisa mengambil hikmah dari kejadian ini. Silakan berbagi untuk kebaikan.

    Template by:

    Free Blog Templates